Bruce Willis Pilih Anggur daripada Vodka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bruce Willis dan istri, Emma Heming. Ap/Gus Ruelas

    Bruce Willis dan istri, Emma Heming. Ap/Gus Ruelas

    TEMPO.CO, Jakarta - Bruce Willis memang pernah bersih dari alkohol. Namun aktor berusia 57 tahun itu kini mengaku masih bisa menenggak minuman keras. Dalam wawancara dengan majalah GQ edisi Maret, Willis menjelaskan alasan kenapa ia mulai menenggak minuman keras lagi.

    "Aku sudah pernah bersih dari alkohol," ujar Willis. Willis bersih dari alkohol sejak 1988 setelah terpilih sebagai model produk Seagram's Golden Wine Cooler. "Tapi, satu waktu, aku menyadari bahwa tidak bisa menjalani hidup dengan alkohol, minum vodka dari botolnya tiap hari. Akhirnya aku minum anggur sekarang, terutama seusai makan."

    Willis termasuk jajaran aktor senior. Ia cukup lama melakoni dunia perfilman. Meski sudah malang melintang di dunia hiburan, Willis tak pernah sekalipun mendapatkan atau masuk nominasi penghargaan. Meski begitu, bintang film Die Hard ini tidak pernah merasa terganggu akan hal ini.

    "Akan selalu menyenangkan bagiku memikirkan hal itu. Kamu tidak mendapatkan Oscar untuk komedi, dan kamu tidak mendapatkannya karena menembak orang. Kamu mendapatkan itu karena terlihat indah untuk suatu peran," ujarnya.

    Ia mulai berpikir akan datang masa di mana dia tidak perlu lagi bekerja keras. Ia adalah ayah dari empat anak, tiga dari perkawinan sebelumnya dengan aktris Demi Moore dan satu anak dari istrinya yang sekarang, Emma Heming. "Menjadi ayah itu bukan hal yang jelek," ujarnya.

    USMAGAZINE | DEWI RETNO

    Baca juga
    Tangan Wali Kota Patah Karena Masuk Got

    Rapat Paripurna DPR, Ibas Absen Terus Berlalu

    Jadi Tersangka, Dahlan Copot Dirut Sang Hyang Seri

    BW: Status Anas Tunggu Pekan Depan



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.