Laskar Pelangi Jadi Buku Best Seller Internasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemeran Film Laskar Pelangi Tempo/Arnold Simanjuntak

    Para pemeran Film Laskar Pelangi Tempo/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Penulis Andrea Hirata mengaku bangga bisa mengharumkan nama sastra Indonesia di dunia internasional. "Ini buku Indonesia pertama yang tercetak sebagai internasional best seller," kata Andrea sambil menunjukkan buku karyanya 'Laskar Pelangi' yang diterjemahkan dalam Bahasa Turki dengan judul 'Gokkusagi Askerleri'.

    Dengan bersemangat, Andrea menunjukkan kalimat 'international best sellers' di sampul buku itu. "Ketika seorang penerbit mencantumkan label ini, dia mempertaruhkan integritasnya," kata Andrea di Daily Coffee Shop, Epicentrum, Kuningan Jakarta, Senin 11 Februari 2013. "Di luar negeri, ada aturannya kalau mau mencantumkan kata-kata 'internasional best sellers'," kata pria yang suka bertopi itu.

    Salahsatu aturannya, kata Andrea, buku itu harus tersebar di minimal 50 negara di dunia. "Selain itu, buku itu juga harus menjadi best seller di minimal 80 persen dari negara-negara yang menjualnya," kata pria asal Belitong itu.

    Karya pertama Andrea, Laskar Pelangi, kini memang sudah diterjemahkan di berbagai negara. Penerbit Hanser-Berlin di Jerman menerbitkan buku yang terbit pada 2005 itu dengan judul Die Regenbogen Truppe. Di Australia dan Selandia Baru buku yang sudah difilmkan itu berjudul The Rainbow Troops. Dan masih banyak nama Laskar Pelangi dalam berbagai bahasa asing lain.

    Sampai saat ini buku Laskar Pelangi sudah diterbitkan di 33 negara di dunia, namun jumlah itu akan terus bertambah. "Pada 2013 ini akan ada 46 lagi negara yang menerbitkan Laskar Pelangi. Jadi tahun ini jumlahnya akan genap 79 negara," kata Andrea.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.