Film Jagal, Apa Kata Franz Magnis Suseno?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rohaniwan Franz Magnis Suseno 'mempelopori' penolakan terhadap Penghargaan Ahmad Bakrie (Bakrie Award) pada 2007. Ketika itu Romo Magnis menolak menerima hadiah Bakrie Award dengan alasan bencana lumpur Lapindo yang disebabkan anak perusahaan Bakrie. DOK/TEMPO/ Zulkarnain

    Rohaniwan Franz Magnis Suseno 'mempelopori' penolakan terhadap Penghargaan Ahmad Bakrie (Bakrie Award) pada 2007. Ketika itu Romo Magnis menolak menerima hadiah Bakrie Award dengan alasan bencana lumpur Lapindo yang disebabkan anak perusahaan Bakrie. DOK/TEMPO/ Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Tokoh agama Franz Magnis Suseno, SJ rupanya sangat terkesan menonton film Jagal (The Act of Killing) besutan Joshua Oppenheimer. Menurut dia, film ini seharusnya ditonton lebih banyak orang untuk mendapat gambaran tentang suatu kejahatan kemanusiaan.

    “Film ini menunjukkan betapa orang kehilangan segala perasaannya untuk suatu kejahatan,” ujarnya kepada Tempo seusai menonton film ini di Blitz Megaplex, Rabu malam, 6 Februari 2013.

    Romo Magnis menjelaskan, kejahatan yang diperlihatkan oleh sang Jagal, Anwar Congo, seharusnya tidak boleh terjadi selama-lamanya. “Sangat-sangat tidak boleh, ini akan memalukan bagi seluruh pelaku yang terlibat,” ujar pria yang sebelumnya berkewarganegaraan Jerman ini.

    Pria sepuh ini juga berharap film yang telah diputar di berbagai festival film internasional ini lebih banyak lagi ditonton oleh masyarakat Indonesia. “Biar berpikir supaya bisa mendobrak sablon-sablon yang sekarang ini menutup kebuntuan itu,” ujarnya. Menurut dia, film ini jauh lebih baik ketimbang banyak bicara omong kosong tentang kejahatan kemanusiaan.

    Film Jagal mengisahkan kehidupan Anwar Congo, seorang penjagal korban peristiwa 1965 di daerah Medan dan sekitarnya. Film dokumenter ini juga memperlihatkan sangkut paut Anwar dengan organisasi Pemuda Pancasila.

    Film ini sebelumnya diputar di Festival Film Telluride Amerika Serikat. Setelah itu berturut-turut diputar di Toronto, Kanada; Copenhagen, Denmark; dan Berlin. Film ini telah diputar di 91 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia dengan 238 kali pemutaran. Diperkirakan lebih dari 6.000 orang telah menonton film ini.

    DIAN YULIASTUTI

    Berita Terkait:
    Burhan Kampak, Jagal Pemburu PKI

    Pemerintah Belum Mau Minta Maaf atas Tragedi 1965

    Pastor Ini Menolak Pembantaian PKI di NTT

    Anwar Congo Protes Film 'The Act of Killing'

    Wawancara Sutradara Film Jagal: Akting Anwar Congo

    Untuk Tabok PKI, Tentara Pinjam Tangan Rakyat


    Edisi Khusus Film Pengkhianatan G 30 S/PKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Staf Khusus Edhy Prabowo yang Terjerat Korupsi

    Dua Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjadi simpul utama dalam kasus dugaan korupsi.