Eks Ratu Ekstasi Zarima Bantu Korban Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zarima. kapanlagi.com

    Zarima. kapanlagi.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada perasaan prihatin di wajah Zarima. Artis dan mantan atlet bulu tangkis ini bercerita, beberapa hari setelah penangkapan Raffi Ahmad, dia sempat datang ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun, diakui Zarima, kedatangannya bukan untuk menjenguk Raffi.

    “Saya mempunyai yayasan rehabilitasi dan sekarang masih aktif menjalin kerja sama dengan BNN untuk membantu para korban pengguna narkoba untuk disembuhkan di yayasan saya,” kata wanita yang dijuluki Ratu Ekstasi ini saat ditemui di sebuah acara beberapa waktu lalu.

    Meski datang untuk urusan berbeda, Zarima, yang pernah magang di sebuah firma atau kantor pengacara Ferry Juan, mengaku sangat prihatin. “Pastinya sedih juga, bagaimanapun teman sesama di dunia hiburan,” kata perempuan bertubuh seksi ini.

    Zarima juga mengomentari lamanya proses penetapan tersangka dalam kasus Raffi dan teman-temannya. “Ya, namanya proses pemeriksaan, memang begitu lama dan sangat menguras waktu, begitu melelahkan,” ujarnya.

    "Yang penting kita harus sabar, legowo untuk menerima masalah ini. Dan saya yakin Raffi adalah orang baik yang memiliki kekuatan, ketabahan untuk menghadapi kasusnya,” kata wanita 38 tahun ini sambil tersenyum.

    Kemudian Zarima mengingatkan bahaya narkoba yang akan membuat kehidupan ini menyedihkan. “Dengan pengalaman mengurus rehabilitasi, saya selalu berpesan ke teman-teman untuk berhati-hati dengan barang jahat ini,” katanya.

    HADRIANI P

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Daging Impor, Luthfi-Suswono Bertemu Bos Indoguna

    KPK: Ahmad Fathanah Operator Penerima Suap
    Hakim Daming Tak Bisa Bedakan Sisir dan Sikat Gigi

    Capres 2014, Jokowi Diibaratkan Sebagai Anak Macan

    Indonesia Disebut Terlibat Program Rahasia CIA
    Rhoma Irama Mirip Ronald Reagan, Kata Didik


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.