Museum Brawijaya Pamerkan Karya Pelukis Difabel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penonton melihat karya-karya lukisan dan instalasi yang dipamerkan di pameran tunggal

    Penonton melihat karya-karya lukisan dan instalasi yang dipamerkan di pameran tunggal "Ambang" oleh Dyan Anggraini di Sangkring Art Space, Bantul, Yogyakarta. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Malang - Seniman lukis asal Malang yang tergabung dalam Komunitas Malang Suko menggelar pameran di Museum Brawijaya. Sebanyak 150 karya lukis hasil karya 30 seniman dipamerkan untuk masyarakat umum hingga 9 Februari mendatang. Termasuk di dalamnya karya seniman difabel asal Malang, Sodikin. "Seniman difabel membuka dengan demo melukis," kata Ketua Komunitas Perupa Malang Suko, Sudibyo Adi Wahyono, Selasa, 5 Februari 2013.

    Para seniman yang tergabung dalam Assosiation of Mouth and Foot Painting Artists ini menunjukkan kebolehan melukis dengan kaki dan mulut. Pelukis asal Singapura Benjamin Tan Boon Chauan, Sadikin, Sunaryo, dan Yus Yasman pun piawai melukis, meski dengan keterbatasan fisik. Mereka mengaku ingin memberikan motivasi kepada pelukis-pelukis di Malang agar terus menghasilkan karya.

    Benyamin yang menorehkan kuas dengan mulut ini menyampaikan pesan agar peduli terhadap lingkungan. Lukisan berwarna dasar hijau ini menarik perhatian masyarakat. Lukisannya yang bertema pepohonan menarik perhatian pengunjung. Lukisan karya Benyamin pun dipamerkan di ruang pamer yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang.

    Beragam aliran seni dipamerkan, mulai surealis hingga kaligrafi. Pameran ini sekaligus digunakan untuk menggagas dibukanya pasar seni di Malang. Rencananya, pasar seni dibuka di utara museum setiap pekan saat Malang Car Free Day. "Sampai saat ini, Malang belum punya pasar seni, padahal banyak seniman di Malang," kata Ketua Assosiation of Mouth and Foot Painting Artists Malang, Sadikin.

    Para pengunjung tampak menikmati pameran yang diselenggarakan di ruangan museum Brawijaya Malang. Selain melihat barang bersejarah koleksi museum, pengunjung juga dimanjakan dengan aneka jenis lukisan yang menawan. "Menarik, perpaduan yang unik. Pameran lukisan di antara barang bersejarah," kata seorang pengunjung, Edi Solahudin.

    EKO WIDIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.