Valentine, Ada Film Rectoverso  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dewi lestari

    dewi lestari

    TEMPO.CO, Makassar - Film adaptasi dari buku Dewi Lestari, Rectoverso, akan meramaikan hari Valentine pada 14 Februari 2013 mendatang.

    Film yang dibuat selama satu tahun setengah ini masing-masing mengangkat tema berbeda, di antaranya tentang cinta seorang penderita autis, dan seorang gadis yang memiliki firasat jika akan terjadi hal yang buruk. Ada lima aktris yang menjadi sutradaranya: Marcela Zalianty, Happy Salma, Rachel Maryam, Olga Lidya, dan Cathy Sharon. Mereka menyuguhkan satu suguhan ketika lima film pendek dijadikan satu.

    "Lima cerita ini berbeda namun kami menjahitnya menjadi satu dan menyatukannya. Ada benang merah yang ditarik dari masing-masing film," kata Marcela Zalianty, Ahad, 3 Februari 2013.

    Dalam pembuatan film ini, seluruh pemain mengikuti berbagai proses, mulai mengikuti castingreading, sampai proses pengambilan gambar. Bahkan, setiap pemain mengobservasi langsung tokoh yang diperankan. "Seperti Lukman Sardi yang langsung turun observasi ke Bandung, di sana ada satu keluarga yang memang memiliki anak autis," katanya

    Rachel Maryam meminta penonton untuk tidak berharap film ini berakhir dengan happy ending. "Ini tentang cerita yang tak pernah terungkap. Film ini dimulai bersama dan akhirnya juga sama," ujarnya.

    Film ini bertabur bintang seperti Fauzi Baadilah, Lukman Sardi, Prisa Nasution, Asmirandah, Yama Carlos, dan Sophia Latjuba. Dalam salah satu ceritanya, Yama Carlos berperan sebagai pelukis yang jatuh cinta kepada Sophia Latjuba. (Baca: Cium Sophia Latjuba, Yama Carlos Izin Istri)

    IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI

    Berita Lainnya:
    Cium Sophia Latjuba, Yama Carlos Izin Istri
    Ketemu Sophia Latjuba, Yama Carlos Grogi
    Pesta Narkoba Artis, Apa Komentar Sm*sh?
    Eza Gionino Ditahan Polisi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.