Steven Tyler Kerjai Juri American Idol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Steven Tyler. REUTERS/Steve Marcus

    Steven Tyler. REUTERS/Steve Marcus

    TEMPO.CO, Jakarta--Steven Tyler kembali ke American Idol, tapi bukan sebagai juri melainkan sebagai peserta audisi. Steven tampil dengan berbusana seperti wanita lengkap dengan wig pirang dan lipstik warna merah di acara audisi terakhir di Oklahoma. Minggu depan American Idol akan melanjutkan pertunjukkannya di Hollywood.

    Steven tampill seperti wanita dengan harapan panel juri saat ini seperti Randy Jackson, Keith Urban, Mariah Carey dan Nicki Minaj tidak mengenalinya. Ia menciptakan nama yang aneh dan lagu yang tidak biasa. Steven juga menyampaikan pesan aneh untuk para juri. "Sebelum aku pergi, aku akan menilai cara kalian menjuri," ujarnya.

    Usai bernyanyi, Randy Jackson hanya memberikan komentar,"Steven Tyler sedang beraksi." Setelah aksinya ini ketahuan, Steven lalu membuka wig nya di hadapan para juri dan disambut gelak tawa dan tepukan tangan para juri. Meski sudah berdandan yang terbaik, Steven gagal dalam audisi ini. "Aku sudah berusaha keras," ujar vokalis kelompok musik Aerosmith.

    Steven Tyler pernah menjadi juri American Idol selama dua musim. Tahun ini ia memutuskan tidak bergabung karena ingin berkonsentrasi dengan album terbaru yang baru dikeluarkan oleh Aerosmith. Beberapa waktu lalu Steven sempat mengeluarkan komentar tentang Nicki Minaj menjadi juri. Tapi ia lalu meminta maaf atas komentarnya yang membuat Nicki tersinggung dan menganggap Steven seorang rasis. Simak gemerlap selebritas dunia lainnya di sini.

    EONLINE | DEWI RETNO

    Baca juga:
    Cium Sophia Latjuba, Yama Carlos Izin Istri

    Ketemu Sophia Latjuba, Yama Carlos Grogi

    Pergelaran Sang Kuriang di Teater Jakarta, Hari Ini Terakhir

    Indra Birowo Kangen Perankan Tokoh Serius


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.