Kasus Raffi, Pong Hardjatmo: Tangkap Pengedar!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pong Hardjatmo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pong Hardjatmo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta:Aktor senior Pong Hardjatmo mengkritik cara Badan Nasional Narkotika ketika menangkap figur-figur terkenal yang terjerat kasus narkoba. Seperti dalam kasus Raffi Ahmad yang terjadi kemarin, ia menganalogikan penangkapan BNN seperti menggunakan meriam untuk membunuh nyamuk.

    "Sudah diintai tiga bulan, tapi yang didapat hanya dua linting ganja," ujarnya di kantor BNN, Senin, 28 Januari 2013.

    Ia mengatakan BNN seharusnya mengurusi peredaran narkotika kelas kakap. Dalam kasus Raffi ia meinta kasus tersebut tak berhenti hanya pada penangkapan. "Seperti yang sudah-sudah, kalau yang ditangkapnya figur publik, sudah saja, kita tak tahu siapa bandar dan pengedarnya," ujar ia.

    Jika hanya menangkap pengguna dan dua linting ganja, Pong mengaku kerap menemukannya di tempat-tempat tertentu di Jakarta. Dengan infrastruktur yang ada, BNN harus bisa memberantas peredaran narkotika di Indonesia. Jika dilakukan lebih serius, Pong yakin, cita-cita BNN menjadikan Indonesia bebas narkoba pada 2015 akan terwujud.

    Pong hadir dalam seminar Narkoba dan Artis yang digelar oleh BNN. Seminar ini digelar sehari setelah penangkapan 17 orang berpesta shabu di rumah artis Raffi Ahmad. Lima orang di antaranya sudah divonis positif menggunakan narkotika jenis ganja dan MDMA.

    M. ANDI PERDANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.