Puteri Indonesia Terima Pembekalan Tentang Korupsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Indonesia 2012, Maria Selena, mengenakan gaun dalam acara kompetisi gaun di ajang pemilihan Miss Universe 2012 di Las Vegas, Nevada, (13/12). REUTERS/Darren Decker/Miss Universe Organization L.P/Handout

    Putri Indonesia 2012, Maria Selena, mengenakan gaun dalam acara kompetisi gaun di ajang pemilihan Miss Universe 2012 di Las Vegas, Nevada, (13/12). REUTERS/Darren Decker/Miss Universe Organization L.P/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah terpilih menjadi finalis Puteri Indonesia 2012/2013, sebanyak 38 finalis akan menjalani masa karantina selama 10 hari di Grand Sahid Hotel, Jakarta. Semua finalis akan dibekali ilmu-ilmu seputar kebudayaan Indonesia, dan tentunya pembekalan sesuai tema yang diusung kontes kecantikan ini, yaitu Membangun Karakter Bangsa Melalui Integritas dan Karya.

    Tema ini diangkat agar puteri-puteri Indonesia bisa belajar bagaimana menjaga komitmen dalam kehidupan berbangsa dan negara. Hal ini juga dipicu oleh permasalahan yang sedang ramai diperbincangkan, seperti maraknya korupsi.

    Abraham Samad, sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut memberi pembekalan. Hal ini didukung oleh pendapat dari Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri K. Wardani, "Tema ini diangkat sebagai pembekalan. Agar puteri-puteri ini nantinya dalam mencapai cita-cita pribadi mereka terhindar dari permasalahan korupsi," ujarnya, saat ditemui di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Rabu 23 Januari 2013.

    Menurut Putri, Indonesia dinilai dunia cukup bagus dalam hal kemajuan ekonomi. Tapi dalam negeri sendiri masih menghadapi hambatan-hambatan, misalnya korupsi. "Di sini Yayasan Puteri Indonesia ingin ikut andil dalam hal pencegahan tindak korupsi yang terjadi di Indonesia."

    NANDA HIDAYATI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.