Lip-Sync di Pelantikan Obama, Beyonce Dibela Fans

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beyonce menyanyikan Lagu Kebangsaan dalam upacara inaugurasi yang diadakan bagi Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Washington, Amerika Serikat, Senin (21/1). REUTERS/Kevin Lamarque

    Beyonce menyanyikan Lagu Kebangsaan dalam upacara inaugurasi yang diadakan bagi Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Washington, Amerika Serikat, Senin (21/1). REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Washington - Beyonce dihujat, fans membela. Adalah pernyataan juru bicara band marinir yang menyatakan istri Jay-Z ini tak bernyanyi dengan suara aslinya saat pelantikan presiden Amerika Serikat Barack Obama. Ia melakukan pengambilan suara lebih dulu  menjelang pelantikan.

    The New York Times pada Selasa, mengutip juru bicara AS Band Marinir, mengatakan versi pop dari lagu kebangsaan itu direkam  sehari sebelumnya acara yang disaksikan jutaan orang itu berlangsung.

    "Kami tidak tahu mengapa," kata juru bicara Sersan Kristin duBois. "Tapi kami diperintahkan untuk melakukannya. Ini bukan karena Beyonce tidak bisa menyanyi. Kita semua tahu Beyonce bisa menyanyi. Kita semua tahu band marinir bisa bermain."

    Humas Beyonce tidak menanggapi pernyataan ini. Yang bersuara, justru para penggemarnya. "Siapa yang peduli Lip Sync lagu kebangsaan oleh #Beyonce, apalagi rekaman dilakukan beberapa jam sebelumnya. Coba saja Anda menyanyi di tengahhawa dingin," tulis seorang penggemarnya melalui akun Twitter, merujuk pada suhu Washington yang nyaris beku pada Senin.

    "Beyonce bertindak seperti seorang diva. Saya tidak melihat bagaimana ini dapat dibandingkan setidaknya dengan kecurangan Lance Armstrong selama tujuh tahun berturut-turut," kata seorang pengguna Twitter, mengacu pada pebalap sepeda yang ketahuan menggunakan dopping.

    "Beyonce adalah  lip-syncer terbaik yang pernah kulihat," tambah penggemar lain.  

    Band Marinir AS adalah ansambel musik utama dari Korps Marinir AS. Band ini selalu pengiringi acara kenegaraan dan peristiwa nasional yang penting.

    NYT | TRIP B


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.