Minggu, 25 Februari 2018

Tahun 2012, 8 Konser Slank Tak Dapat Izin  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Januari 2013 16:41 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tahun 2012, 8 Konser Slank Tak Dapat Izin  

    Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh. Mahfud MD bersama pemain drum grup band Slank, Bim-Bim Slank (kiri) dan pemain bass Slank, Ivan Slank (kanan). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup band Slank mengungkapkan kalau mereka sering kali tak memperoleh izin konser dari polisi sejak tahun 2008. "Untuk tahun 2012 saja, ada sekitar tujuh sampai delapan konser yang dibatalkan," kata BimBim, penggebuk drum Slank, dalam jumpa pers di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa, 22 Januari 2013.

    Alasan pembatalan didasari persoalan keamanan. BimBim menilai keputusan yang dikeluarkan polisi itu tak mendasar. "Padahal, kita band yang mengusung perdamaian," katanya.

    Dia heran betapa mudahnya artis mancanegara memperoleh izin menggelar konser di Tanah Air. BimBim merasa tak mendapat keadilan. Meski enggan memikirkan berapa kerugian materi akibat pembatalan konsernya, BimBim merasa kesulitan untuk mengatur program jangka panjang rangkaian tur Slank. "Kami enggak bisa jadwalkan tur 2015 karena belum dapat kepastian," katanya.

    Slank yang diwakili BimBim dan Ivan K mengeluhkan pengalamannya itu kepada Ketua MK Mahfud Md. Mereka berdua mempertanyakan Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Izin Keramaian.

    Peraturan itu, kata BimBim, diduga telah melanggar semangat reformasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). Semestinya undang-undang mendukung kebebasan berekspresi, bukan malah membatasi.

    Mahfud kemudian mempersilakan Slank untuk menggugat atau mendaftarkan uji materi atas undang-undang tersebut. Dia mengakui pada kenyataannya regulasi soal izin keramaian memang kerap terbentur dengan kepentingan masyarakat. "Kalau melanggar konstitusi, tentu undang-undang itu bisa digugat," kata Mahfud.

    YAZIR FAROUK


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.