30 Tato Di Tubuhnya, Harry Styles Diminta Stop  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu personil Boyband One Direction, Harry Edward Styles melukis lengannya dengan sebuah gambar perahu beserta sebuah gambar

    Salah satu personil Boyband One Direction, Harry Edward Styles melukis lengannya dengan sebuah gambar perahu beserta sebuah gambar "Love" saat menatto tangannya di Shamrock Tattoo. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, London - Salah satu pentolan One Direction, Harry Styles, membuat ibunya, Anne Cox, khawatir. Pasalnya, mantan kekasih Taylor Swift ini seperti kecanduan merajah beberapa bagian tubuhnya dengan tato.

    Cox telah memohon kepada pria 18 tahun itu untuk berhenti mentato tubuhnya. Terakhir kali Styles mengukir namanya dengan kaligrafi Jepang ketika One Direction mengunjungi Jepang belum lama ini. "Ibunya Harry begitu khawatir dengan koleksi tatonya, terutama di tangan," kata seorang sumber.

    Cox merasa, Styles sudah terbawa dengan dunia selebritis. "Dia khawatir dengan efek permanen dari coretan di tubuhnya itu dan berpikir Styles akan menyesalinya suatu saat nanti," kata si sumber.

    Cox mengatakan kalau Styles memang menyukai kaligrafi Jepang. "Harry mencintai simbol Jepang. Dia pernah berkata akan mengukir kaligrafi Jepang di tubuhnya suatu saat nanti. Itu tidak mengejutkan saya jika dilakukannya dengan diam-diam," kata si sumber menirukan ucapan Cox.

    Simon Cowell sendiri, pendiri boyband asal Inggris ini, juga menegur para personel One Direction untuk berhenti merajah tubuhnya dengan tato. "Simon memberikan beberapa nasihat dengan lembut untuk berhenti dari mentato. Harry memiliki lebih 30 tato di tubuhnya tahun lalu. Ibunya prihatin sebab tinta tato itu bisa merusak kulitnya," kata seorang sumber.

    FEMALEFIRST | ALIA FATHIYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.