Kata Iis Dahlia, A. Rafiq Itu Elvis-nya Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Dangdut, A Rafiq. dok. TEMPO/Taufik Subarkah

    Penyanyi Dangdut, A Rafiq. dok. TEMPO/Taufik Subarkah

    TEMPO.CO , Depok - Penyanyi Iis Dahlia terkejut mendapat kabar meninggalnya pedangdut Ahmad Rafiq. Setelah teleponnya tak diangkat oleh keluarga A. Rafiq, Iis langsung mendatangi kediaman A. Rafiq di Jalan Perindustrian RTM Nomor 53 RT 6 RW 25, Bhakti Jaya, Sukmajaya, Depok.

    "Saya telepon anak beliau, tapi enggak nyambung, akhirnya saya datang sendiri, sudah lama juga enggak ke sini," katanya seusai melayat di rumah duka, Sabtu, 19 Januari 2013.

    A. Rafiq meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta sekitar pukul 16.30, Sabtu, 19 Januari 2013. A. Rafiq meninggal akibat komplikasi diabetes dan jantung yang dideritanya sejak lama.

    Menurut Iis, A. Rafiq adalah sosok besar yang terbuka kepada semua kalangan. Ketika dia masih belajar musik, A. Rafiq selalu bersedia mengayominya. "Makanya saat itu saya melihat seorang A. Rafiq sebagai sosok yang besar," katanya.

    Iis mengatakan, kematian A. Rafiq merupakan duka bagi permusikan Indonesia. A. Rafiq bagi dia adalah salah satu seniman Indonesia yang belum ada gantinya. "Kita kehilangan sebagai musisi yang mungkin belum bisa digantiin," katanya. A. Rafiq, kata Iis, adalah sosok yang keras, tegas, dan disegani. "Yang bisa dijadikan contoh."

    Iis mengatakan, A. Rafiq selama hidupnya konsisten di dunia musik. A. Rafiq juga memiliki ciri khas. "Bajunya dan gayanya," katanya. Iis mengatakan, dengan kekhasan A. Rafiq itu, masyarakat Indonesia maupun musikus tak akan melupakannya. "Bagaimana gayanya, dia Elvis-nya Indonesia-lah."

    ILHAM TIRTA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.