Auman Wong Kito Gilo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Auman. Kvltmagz.com

    Auman. Kvltmagz.com

    TEMPO.CO , Jakarta: Setelah melempar lagu W.K.G.G (Wong Kito Gilo Galo) dan City of Ghost di dunia maya pada 2010, band stoner rock ((AUMAN)) akhirnya menggelontorkan album perdana bertajuk Suar Marabahaya pada 13 Januari lalu. Suar Marabahaya menandai unjuk taring ((AUMAN)) di belantara musik Indonesia. Album kolektif rock asal Palembang ini sekaligus menunjukkan stoner rock tidak hanya dominasi band Jawa seperti Seringai.

    Meski baru, ((AUMAN)) bukan komplotan anak bau kencur. Yang paling kesohor tentu vokalis mereka, Farid Amriansyah alias Rian Pelor. Ia merupakan pentolan band hardcore Jakarta, Dagger Stab, cum penyiar acara Riot on Air di radio Prambors. Sementara, personel lainnya masing-masing Zarbin Sulaiman (bas), Aulia Effendy (Drum), Erwin Wijaya (gitar), dan Ahmad Ruliansyah (gitar).

    Dalam rilis yang dikirim ke Tempo, ((AUMAN)) menjelaskan alasan mereka memberi judul album perdananya, Suar Marabahaya. “Makna judul untuk album debut ini adalah suar penunjuk akan ranah skena yang dipandang sebelah mata,” tulis ((AUMAN)). Dan judul album itu menegaskan Palembang memiliki potensi musik yang berbahaya.

    Suar Marabahaya berisi 11 lagu. Album ini dibuka dengan Intronitroduction: Year of Tiger. Raungan gitar di lagu ini menggaungkan “sidik jari” kocokan gitaris Black Sabbath Toni Iommi. Liriknya menjadi kata pengantar yang memperkenalkan ((AUMAN)): lahir di tanah Sriwijaya pada Tahun Macan (2010). Sebuah nomor yang mengukuhkan ((AUMAN)) sebagai eksponen stoner rock dari Palembang.

    Jika berpikir lagu kedua akan mirip dengan Intronitroduction: Year of Tiger, pendengar bakal sedikit kecewa. ((AUMAN)) mulai memasukkan anasir thrash metal dan hardcore pada lagu Unholy Terror. Tempo dinaikkan. Lagu ini semacam kritik sosial ((AUMAN)) terhadap organisasi massa yang mengatasnamakan agama, namun justru meneror masyarakat.

    Di lagu ketiga, W.K.G.G, ((AUMAN)) memberi muatan lokal dalam liriknya. ((AUMAN)) memotret karakter wong Palembang:

    Mata membara pisau di pinggang//
    Kureguk cuko dan asam nira//
    Kutunggu kau di bawah Ampera//
    Kita berdansa liar menggila

    Secara keseluruhan, Suar Marabahaya menyuguhkan musik beragam tempo dan pengaruh. Di lagu City of Ghost, ((AUMAN)) membawa suasana psikedelik.

    Di antara 11 lagu yang menggema di Suar Marabahaya, Macho cukup unik. ((AUMAN)) menggubah lagu dangdut karya Addie Purnama Siangin yang dipopulerkan pedangdut Vetty Vera. Lirik lagu ini diubah total dari cerita tentang cowok seksi menjadi orang-orang yang doyan kekerasan di acara-acara musik bawah tanah.

    Secara keseluruhan, Suar Marabahaya membuktikan wong Palembang punya potensi. Saatnya pendengar musik cadas mendengarkan auman dari band-band luar Jawa. (Baca juga SSSLOTHHH, Kukang Sludge Metal Asal Bandung)

    Lagu:
    Intronitroduction: Year of the Tiger
    Unholy Terror
    W.K.G.G
    Viva Rimau! Rimau!
    City of Ghosts
    Suara Marabahaya
    Subsonic Teenage Dream Machine
    BrokenHardRock
    (We Are) The Sons of the Sun
    Sangkakala Apokalips
    Macho

    KODRAT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.