Bill Clinton Ikut Ramaikan Golden Globe

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bill Clinton. REUTERS/Andrew Burton

    Bill Clinton. REUTERS/Andrew Burton

    TEMPO.CO, California - Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, ikut naik panggung Golden Globe Awards, Ahad, 13 Januari 2013. Bukan sebagai nomine atau penerima trofi, Clinton datang untuk memperkenalkan film karya Steven Spielberg, Lincoln.

    "Waktu Clinton naik panggung, tepuk tangan tamu Golden Globe terdengar meriah," tulis Hollywood Reporter. "Banyak yang terkejut dengan kehadirannya."

    Lincoln menjadi satu dari lima film yang masuk nominasi dalam kategori Best Motion Picture. Nomine lainnya adalah Argo, Django Unchained, Life of Pi, dan Zero Dark Thirty. Kata Clinton soal Lincoln, "Ini adalah film yang brilian, menunjukkan kepada kita bagaimana Lincoln berusaha menghapus perbudakan."

    Clinton merupakan teman lama Spielberg. Ketika menjabat sebagai Presiden Amerika dan tinggal di Gedung Putih, Clinton memajang lukisan karya Norman Rockwell di Oval Office. Lukisan itu merupakan hadiah dari Spielberg.

    Setelah Clinton berbicara tentang Lincoln, layar Golden Globe menampilkan cuplikan film itu. Menurut perwakilan DreamWorks, Clinton sampai di California sekitar pukul 17.00, dengan menumpang pesawat. Namun sang perwakilan menolak menjelaskan bagaimana cara mereka bisa mengajak Clinton datang ke Golden Globe. "Yang pasti, ia datang ke California juga untuk acara amal yang lain," tulis LA Times.

    Spielberg dan Lincoln memang didukung oleh Clinton. Rupanya, keberuntungan belum datang kepada Spielberg dan Clinton. Trofi Golden Globe tidak jatuh kepada keduanya. Penghargaan itu disabet Ben Affleck dengan film garapannya, Argo.

    CNN | LA TIMES | HOLLYWOOD REPORTER | CBS NEWS | CORNILA DESYANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.