Taylor Swift Disarankan Jomblo Dulu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taylor Swift. Evan Agostini/Invision/AP

    Taylor Swift. Evan Agostini/Invision/AP

    TEMPO.CO, Hollywood - Putusnya Harry Styles dan Taylor Swift di awal tahun ini memicu komentar miring. Dara cantik berusia 23 tahun itu disebut-sebut selalu berhasil membuat kisah patah hatinya menjadi sebuah album yang sukses.

    Menanggapi kisah asmara terakhir Swift yang retak, boysband asal Inggris The Wanted memberikan saran. "Aku rasa dia sebaiknya tetap jomblo dulu untuk sementara," ujar salah satu personel The Wanted, Jay McGuiness, dalam sebuah sesi wawancara pada eonline.com, Rabu, 9 Januari 2013.

    Personel lain band itu, Nathan Sykes, pun mengimbuhi dengan memberi dukungan pada album baru Swift yang mungkin muncul. "Swift dapat menulis satu album baru tentang menjadi jomblo," kata dia.

    Sifat Swift yang mudah jatuh hati kepada pria ganteng rupanya cukup dikenal di kalangan seleb. Personal The Wanted lain, Max George, mengaku tahu soal itu. "Dia adalah gadis yang menarik," ujar George, "Tapi aku kelihatanya lebih pendek dari Swift."

    George pun mengisahkan pertemanannya dengan aktris Lindsay Lohan. "Dia adalah seseorang yang ahli berpesta, tapi tentunya tidak lebih dari itu," kata dia.

    Taylor Swift diketahui putus dengan kekasihnya, personel boysband One Direction, Harry Styles, di tengah liburan romantis mereka. Dara berambut pirang itu itu terlihat marah usai libur akhir tahun dengan pemuda berusia 18 tahun ini. Sebuah sumber mengatakan pada mailonline bahwa: "Ya, Saya bisa memastikan mereka telah putus."

    Banyak pria ganteng yang pernah jatuh ke pelukan Swift, sebut saja Connor Kennedy, Jake Gylenhaal, John Mayer, Taylor Lautner, dan Joy Jonas.

    DIANING SARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.