Konser, Weezer Bawakan Lagu AKB 48  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Weezer, Rivers Cuomo mengajak seorang kameramen bernyanyi ketika beraksi di Lapangan D, Senayan, Jakarta, dalam konser perdananya di Indonesia, Selasa (8/1). Jakarta merupakan satu-satunya kota di Asia yang disambangi band asal Amerika Serikat ini dalam rangkaian tur 2013 mereka. TEMPO/Seto Wardhana

    Vokalis Weezer, Rivers Cuomo mengajak seorang kameramen bernyanyi ketika beraksi di Lapangan D, Senayan, Jakarta, dalam konser perdananya di Indonesia, Selasa (8/1). Jakarta merupakan satu-satunya kota di Asia yang disambangi band asal Amerika Serikat ini dalam rangkaian tur 2013 mereka. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang mengejutkan saat band asal Amerika Serikat. Weezer, beraksi di Lapangan D Senayan, Jakarta, Selasa malam, 8 Januari 2012. Rivers, sang vokalis, sempat menyanyikan penggalan lagu Heavy Rotation milik grup idola asal Jepang, AKB 48.

    Lantunan Rivers hanya diiringi permainan gitarnya. Momen itu berlangsung usai Rivers dan tiga rekannya, Brian Bell, Patrick, dan Scott meletupkan lagu ke-6, Dope Nose.

    Ribuan penonton pun sontak menjadi histeris ketika mendengarnya. Sebab, dalam jumpa pers yang digelar sebelumnya, pria berkacamata ini menyatakan tak akan membawakan lagu tersebut.

    Heavy Rotation bukan karya yang asing bagi Weezer. Band beraliran rock alternatif ini memang kerap membawakan lagu-lagu orang, termasuk lagu milik grup idola itu. Mereka juga pernah membawakan lagu Paranoid Anroid (Radiohead), Unbereak My Heart (Tony Brexton), dan Pumped Up Kicks (Foster The People) ketika pentas.

    Weezer berhasil mengobati rindu dan penantian penggemarnya di Indonesia. Setidaknya malam itu mereka membawakan 21 lagu. Sejak konser dimulai sampai berakhir, penonton terus bersemangat meskipun lapangan becek karena guyuran hujan sebelum konser dimulai.

    YAZIR FAROUK


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.