Hanung Curhat Soal 'Cinta Tapi Beda' di Twitter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutradara Hanung Bramantyo. ANTARA/Teresia May

    Sutradara Hanung Bramantyo. ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO , Jakarta: Sutradara film Cinta Tapi Beda, Hanung Bramantyo, berkicau di media sosial Twitter. Lewat kicauannya, ia ingin meluruskan masalah yang ditimbulkan salah persepsi setelah kemunculan film yang dibintangi Agni Pratistha tersebut.

    Hanung dalam kicaunya menegaskan bahwa film itu bukan kampanye pernikahan beda agama. "Film ini bukan tentang nikah beda agama, tapi tentang cinta beda agama," ujarnya dalam kicauan yang diunggah di media sosial Twitter, Senin, 7 Januari 2013.

    Ia juga mengatakan bahwa film tersebut tidak ada masalah dengan syariat. Hal tersebut dikutipnya dari ucapan Salim Assegaf, Ketua Front Pembela Islam Jakarta.

    Kepada para pengecamnya, ia mempersilakan untuk terlebih dahulu menonton film Cinta Tapi Beda. "Banyak penonton mengecam tanpa menonton, hanya membaca sinopsis," ujarnya.

    Film yang mengisahkan tentang kisah cinta beda agama ini tak hanya diprotes. Kemarin siang, komunitas masyarakat Minang melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Film ini dianggap menanam kebencian dan penghinaan terhadap suku Minang.

    Tokoh utama dalam film tersebut adalah Agni Pratistha. Ia memerankan Diana seorang gadis Minang beragama Katolik yang jatuh cinta kepada pria Muslim bersuku Jawa. Karakter Agni dianggap kuasa hukum Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI), Zulhendri Hasan, bertolak belakang dengan potret masyarajat Minang.

    "Kalau orang dengar kata Minang pasti langsung identik dengan suku Minangkabau Padang di Indonesia dan suku Minang identik dengan Islam," ujarnya.

    Hanung menjawab pernyataan ini dalam kuliah kicau singkat di lini masa akun Twitter-nya @hanungbramantyo. Menurut Hanung, pemilihan karakter Diana yang diperankan Agni memang bertujuan memotret masyarakat minoritas non-muslim di Padang. "Tujuannya, ada kebhinekaan di sana," ujarnya.

    Namun, ia menambahkan, karena Diana berasal dari Padang, bukan berarti Diana bersuku Minang. "Asumsinya, Diana bukan asli Padang, tapi pendatang," ujarnya. Ia merasa tak pernah menyebut dalam film bahwa Diana bersuku Minang. "Saya heran dari mana orang bisa menuduh Diana bersuku Minang."

    Ia menyayangkan masyarakat yang hanya menilai, mengkritik, dan menghakimi filmnya hanya dari perkataan orang lain, tanpa menonton filmnya. "Film adalah karya budaya, jadi mari sikapi dengan berbudaya," ujarnya.

    Di akhir kuliah kicaunya, Hanung menyampaikan permohonan maaf. "Maaf jika karena Cinta Tanpa Beda membuat banyak masyarakat Minang terluka," ujarnya.

    M. ANDI PERDANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?