Konser Nostalgia Fariz RM di Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fariz RM membawakan sejumlah lagu dari era 80-an hingga yang terbaru saat konser di Mepro Concert Hall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu malam (5/1). TEMPO/Prima Mulia

    Fariz RM membawakan sejumlah lagu dari era 80-an hingga yang terbaru saat konser di Mepro Concert Hall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu malam (5/1). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung- Konser musik Nada Kasih, penyanyi legendaris Indonesia Fariz Roestam Moenaf  membawa penonton ke suasana tahun 80-an. Sebanyak 14 lagi nostalgia dibawakan Fariz di depan ribuan penggemarnya  di Metro Convention and Concert Hall, jalan Soekarno Hatta, Bandung, Sabtu malam, 5 Januari 2012.

    "Konser ini adalah ucapan terimakasih saya pada masyarakat Bandung,  untuk Anda semua yang telah erikan energi pada saya malam ini," kata lelaki 54 tahun yang hari itu berulang tahun.  Paman Sherina Munaf ini menyanyikan lagu-lagu hitsnya dengan diiringi Anthology band yang digawangi Eddy Syakroni (Drums), Adi Dharmawan (Bass), Iwan Wiradz (Percussi), Michael Alexander (Gitar), Helga Sedli (Violin), Yolla Bella Vie (Backing Vokal). 

    Fariz bernyanyi di atas pangung yang jaraknya sangat dekat dengan penonton. Suasana tahun 80-an sangat terasa ketika dia menyanyikan lagu-lagu seperti, Nada Kasih, Sakura, Barcelona berkolaborasi dengan Sang Maestro Gitar Akustik Indonesia, Jubing Kristianto, bintang tamu konser tersebut.  Penonton semakin terhipnotis, karena ketiga lagu andalan itulah yang  menjadi song list yang ditunggu-tunggu oleh ribuan penonton. Mereka ikut bergoyang dan bernyanyi dengan lagu-lagi berirama jazz.  

    Musisi kelahiran Jakarta 1959 itu mengaku suaranya sempat hilang beberapa jam sebelum penampilan. Tetapi akhirnya, bersama Anthology band, Fariz berhasil menghibur penggemarnya yang datang dari berbagai kota di Indonesia.

    Energi penonton kian menyemangati pemusik berdarah Sumatra, Belanda dan Betawi itu saat membawakan lagu-lagu nostalgia tersebut, yang membuat namanya semakin tersohor. Apalagi ketika Jubing Kristianto beraksi dalam lagu Burung Kakak Tua dan Madu Racun.

    Fariz menyatakan separuh dari penjualan tiket pada lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan anak-anak yatim piatu. Yakni,  SOS Children Villages dan Sekolah Hidup Indonesia. Diakhir penampilannya  Fariz mempersembahkan lagu Selangkah Kesebrang.Dari 3000 tiket yang disediakan, sekitar 1500 tiket habis terjual.

    Penonton asal Cianjur, Dani Hamdani, 47 tahun, mengatakan, sengaja menonton konser untuk bernostalgia dengan lagu-lagu ciptaan Fariz karena mengingatkan pada masa mudanya. "Saya seakan kembali ke masa 80-an. Saya suka dengan lirik-lirik Fariz yang tidak cengeng tapi dalam, lagunya jazzy dan enak didengar," kata Dani.

    RISANTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.