Melongok Kenangan Masa Lampau di Erasmus Huis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lukisan berjudul 'Kuda Arab diterkam Singa' karya Raden Saleh 1870. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Lukisan berjudul 'Kuda Arab diterkam Singa' karya Raden Saleh 1870. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat kebudayaan Kerajaan Belanda, Erasmus Huis, dan Institut Kajian Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda (KITLV) akan menggelar pameran foto dan benda-benda sejarah. Pameran akan dilaksanakan di Erasmus Huis Kuningan pada 8 Januari - 15 Februari 2013.

    “Ada lukisan Raden Saleh, catatan harian Sultan Bone, atau naskah asli dari Batak, dan foto-foto,” ujar Roger Tol, Direktur KITLV Jakarta, dalam konferensi pers Kamis, 3 Januari 2013.

    Tol menjelaskan, benda-benda yang akan dipamerkan ini merupakan koleksi dari KITLV di Leiden. Bagian koleksi KITLV Leiden memilihkan puluhan koleksi yang bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia dalam pameran bertajuk "Maping History". “Masyarakat bisa melihat lagi bagaimana situasi masa lalu saat penjajahan,” ujarnya.

    Pengunjung nantinya juga akan menikmati foto-foto masa lalu yang terbagi dalam tiga tema, yakni air, kerja, dan Batavia atau Jakarta. Tiga tema ini diangkat karena tema-tema ini penting bagi kedua negara. Direktur Erasmus Huis, Ton Van Zeeland, mengatakan tema air diangkat karena kedua negara punya masalah dengan air, yaitu banjir. Apalagi banyak kota-kota yang dulu dibangun dengan sistem tata kota seperti di Belanda.

    “Bahkan sampai sekarang pemerintah kedua negara masih bekerja sama untuk pemompaan air,” ujarnya.

    Selain foto-foto jadul dan benda-benda kuno koleksi KITLV, pengunjung bisa melihat dan mendengarkan beberapa piringan hitam lagu-lagu memori. Ada piringan hitam salah satu album Koes Plus, Elya Kadam, keroncong, dan beberapa film era 1970-1990-an.

    Pengunjung juga bisa melihat beberapa foto masa kini di tempat-tempat yang pernah difoto pada masa lampau. “Dua fotografer Indonesia mendatangi lagi tempat-tempat masa lalu dan memotret kondisinya dengan persepsi yang berbeda,” ujar Tol.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.