Jika Terpilih, Rhoma Irama Ingin Musik Bermoral  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rhoma Irama. ANTARA/Zarqoni maksum

    Rhoma Irama. ANTARA/Zarqoni maksum

    TEMPO.CO, Jakarta - Rhoma Irama sudah siap maju ke bursa pencalonan Presiden 2014. Ditemui Tempo di kediamannya, Senin, 24 Desember 2012, raja dangdut ini buka suara soal keinginannya untuk memperbaiki akhlak bangsa. Rhoma mengaku tidak berambisi menjadi presiden, berikut kutipannya dari majalah Tempo Edisi 31 Desember 2012:

    Selain akhlak dan persatuan, apa prioritas lainnya?
    Tuntutan yang paling fundamental adalah memakmurkan rakyat. Kita punya sumber daya alam yang luar biasa. Tapi, karena sumber daya manusia kurang, kita menyewa orang luar. Nah, kontrak-kontrak tambang dengan asing ini harus di-review. Kita juga harus menutup kebocoran pendapatan pajak dan nonpajak.

    Anda bisa memberi contoh konkret?
    Soal pengelolaan, kan ada ahlinya. Presiden Amerika Serikat Barack Obama bukan ahli minyak, dia tidak tahu pengelolaan minyak secara detail. Dia punya tim ahli.

    Baik. Ini soal minyak, tapi bukan hal detail. Subsidi bahan bakar minyak kian membebani anggaran negara. Anda punya solusi?
    Secara teknis harus dibenahi. Idenya baik, saya rasa semua undang-undang bagus, tapi pada tataran implementasi banyak yang tidak… ini terkait dengan mental dan moral.

    Tadi Anda menyebut prioritas bagi kelompok mayoritas. Apakah itu artinya Anda akan membuat kebijakan yang membuat kelompok pribumi mendapat akses ekonomi atau politik lebih besar?
    Semestinya begitu. Ada prioritas-prioritas.

    Malaysia justru mulai meninggalkan kebijakan semacam itu karena dianggap diskriminatif.
    Kita mulai saja belum.

    Sebagai seniman, dan presiden kelak, apakah Anda akan membuat aturan jenis musik apa yang diperbolehkan?
    Acuannya bukan genre musik, tapi pancasilais. Musik yang bermoral dan berakhlak, yaitu nilai seni yang bertanggung jawab dan positif.

    Lalu bagaimana nasib Soneta bila Anda terpilih sebagai presiden?
    Itu jawabnya entar.

    Apakah Anda masih akan menciptakan lagu bila menjadi presiden kelak?
    Seniman itu profesi saya. Jiwa tidak bisa dibendung. Seorang presiden bukan robot, punya waktu relaksasi untuk berekspresi. Bill Clinton pun tetap main saksofon.

    Bisa dipastikan akan ada album dari Istana?
    SBY saja bikin album, ha-ha-ha….

    Seberapa optimistis Anda akan menjadi presiden?
    Optimistis itu kan kalau punya obsesi. Jabatan ini dikejar enggak bisa, ditolak juga enggak bisa. Ini takdir.

    Apakah saat kampanye nanti Anda akan menyanyi juga?
    Anda lihat saja nanti.

    MAJALAH TEMPO| ALIA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.