Tina Toon Tak Capek Goyang Bolo-Bolo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagi Tina Toon kontroversi yang muncul karena pose syurnya itu, ia memaklumi. Ke depannya ia akan lebih hati-hati untuk menerima tawaran pemotretan. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Bagi Tina Toon kontroversi yang muncul karena pose syurnya itu, ia memaklumi. Ke depannya ia akan lebih hati-hati untuk menerima tawaran pemotretan. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta- Imaji penyanyi cilik masih melekat pada Agustina Hermanto alias Tina Toon . Meski sudah berganti citra sebagai penyanyi remaja dengan membentuk girl band Tina & D'Girls, dara 19 tahun ini tetap lekat dengan lagu Bolo-Bolo dan gaya khas putaran kepalanya.

    "Iya saya masih sering diminta itu (memperagakan bolo-bolo) kalau lagi tampil," ujar Tina Toon ketika dijumpai di kediamannya, beberapa waktu lalu.

    Bolo-bolo adalah album pertama Tina yang dirilis pada 1999. Kemunculannya sebagai gadis cilik bertubuh subur dengan kepiawaian menggoyangkan kepala ternyata berhasil menarik penggemar. Tina Toon kemudian dikenal sebagai gadis bolo-bolo.

    13 tahun berlalu, Tina Toon sudah berganti-ganti album dan tumbuh menjadi dara remaja. Tapi ternyata dia tetap dikenal sebagai pemilik goyang bolo-bolo. "Dari dulu sih, emang trade marknya seperti ini," kata Tina," Jadi sama sekali nggak capek (untuk goyang bolo-bolo)".

    Bahkan, kata Tina Toon permintaan goyang bolo-bolo dalam setiap penampilannya justru sebuah hal yang membanggakan. "Sampai semelekat itu kah bolo-bolo," ujar Tina. Meski sudah ratusan atau ribuan kali menggoyangkan bolo-bolo, Ia tetap enjoy.

    "Cuman sekarang udah nggak lucu, karena udah ada lehernya" kata dia. Sebab, Tina Toon yang remaja beranjak dewasa sudah tak lagi bertubuh tambun. Tina kini menjelma jadi gadis cantik dengan tubuh yang dijaga proporsinya dengan olahraga dan diet. "

    DIANING SARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.