Demi The Raid 2, Alex Abbad Harus Naik 10 Kilo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alex Abdullah Abbad. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Alex Abdullah Abbad. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta- Dalam membuat sebuah film, pemain selalu dituntut melakukan suatu hal demi kesuksesan peran yang dimainkan. Pada film terbarunya, The Raid 2 : Berandal, aktor Alex Abbad diminta untuk menaikkan berat badannya sebanyak 10 kilogram. "Selama ini saya selalu mainnya kurus. Trus ditantang sama sutradaranya, mau nggak peran, tapi harus nambahin berat badan 10 kilo," kata Alex di Kantor Merantau Film, Tanah Abang, Jakarta, Kamis 20 Desember 2012.

    Karena merasa tertantang, Alex pun menerima tawaran Gareth Evans, sang sutradara. Peran yang akan dimainkan oleh VJ MTV itu adalah seorang mafia berusia 50 tahun. Sebagai mafia yang sudah sukses, biasanya tubuh lelaki itu akan bertambah besar pula. "Perannya itu sudah settle. Pasti badannya lebih ngembang," ujar pria berjanggut itu.

    Alex merasakan kesulitan ketika harus menambah berat badannya. Masalahnya, ia sudah terbiasa hidup kurus dari kecil. "Saya gemuk itu umur 1 sampai 2 tahun. Tapi setelah itu saya kurus terus. Nggak nyangka ini susah banget," ucapnya. 

    Pemain film Merantau ini, sekarang memiliki berat sekitar 64-65 kg. Ia ditargetkan mencapai berat sekitar 75 pada Februari mendatang. Berat sebesar itu harus bisa stabil selama enam bulan masa syuting film laga itu. Alex sudah mulai melakukan proses penambahan bobot ini sejak bulan lalu. "Sekarang saya baru naik 4 kilo. Jadi masih perlu sekitar 5-6 kilo lagi."

    Walau sudah mulai terlihat chubby, Alex  enggan mempertahankan berat tubuh 75 kg nanti. Ia ingin kembali menjadi 64 kg. "Maunya kurus lagi lah. Kalau untuk film, terserah mau diapain sesuai karakter untuk film. Tapi kalau sudah ya dikembaliin," katanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.