Cetak Sejarah, Gangnam Style Ditonton 1 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rapper Korea Selatan, Psy. REUTERS/Danny Moloshok

    Rapper Korea Selatan, Psy. REUTERS/Danny Moloshok

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi rap asal Korea Selatan, PSy, mencetak sejarah YouTube: video pertamanya telah ditonton sebanyak 1 miliar dari 75 negara di dunia. Dikutip dari siaran pers yang diterima Sabtu, 22 Desember 2012, daya tarik universal dari lagu Psy yang sangat adiktif dan dansa kudanya yang unik menjadi daya tarik dunia.

    Dari seribu orang melakukan flash mob di Jakarta sampai cover video dari Ai Weiwei dan Mitt Romney, ribuan parodi video itu diunggah ke YouTube, dan beberapa di antaranya memiliki jutaan penonton.

    Video fan Gangnam Style telah dilihat lebih dari 20 juta kali setiap hari. Video remix Psy dengan Hyuna sendiri memiliki 200 juta views. Gangnam Style adalah istilah pencarian terpopuler dan trending di YouTube pada tahun 2012. Dan pada 6 Oktober, di YouTube ada lebih dari lima juta pencarian untuk Gangnam Style dalam satu hari.

    Sebelumnya, distribusi musik hanya bisa dilakukan per daerah atau negara, membuat pencinta musik sulit menemukan seniman atau penyanyi dari seluruh dunia. Tapi, dengan platform global yang bisa dijangkau oleh satu klik, sekarang siapa pun bisa menemukan dan berbagi musik yang menakjubkan di dunia, seperti seniman dari Brasil Michel Teló dan pemusik Belgia-Australia Gotye.

    PSY sebenarnya sudah cukup tenar di Korea. Namun, pada tahun 2012, ia menjadi seorang selebritas global saat Gangnam Style cepat menyebar dari Seoul ke Asia Pasifik, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa.

    ALIA FATHIYAH

    Berita Lain:
    Gangnam Style, Tarian Kuda yang Mendunia (1)
    Kebiasaan Unik Cho Kyuhyun Suju
    Park Yoochun Temui Penggemar di Cina
    Akicha dan Harugon Sapa Fans JKT48
    Psy Tampilkan Tari Gangnam Style di MTV Awards


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.