Usia 29, Slank Selalu Ingat Mati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Group musik Slank saat konferensi pers jelang konser I Slank U di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, (7/5). Konser I Slank U akan dilaksanakan pada 11 Mei 2012 di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place. TEMPO/ Agung Pambudhy

    Group musik Slank saat konferensi pers jelang konser I Slank U di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, (7/5). Konser I Slank U akan dilaksanakan pada 11 Mei 2012 di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place. TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Sleman - Untuk merayakan ulang tahun ke-29, grup musik Slank berziarah ke makan Kiai Haji Mufid Mas'ud di pemakaman lingkungan Pesantren Sunan Pandanaran, Ngaglik, Sleman, Sabtu, 22 Desember 2012. Tujuannya agar selalu ingat mati.

    "Ini merupakan perjalanan spiritual Slank," kata Arifah Fauzi, produser Slank , di Pesantren Sunan Pandanaran, Sabtu, 22 Desember 2012.

    Tujuan berziarah ke makam Kiai Mufid itu juga untuk mengingatkan jasa-jasa kiai besar di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut. Setelah berziarah, personel Slank lalu salat berjemaah bersama santri. Kemudian bertaaruf dengan ribuan santri, baik perempuan maupun laki-laki.

    Menurut dia, Slank sudah 41 kali melakukan perjalanan spiritual, baik di Jawa maupun Sumatera. Perjalanan spiritual Slank bersama Kiageng Ganjur ini merupakan aktualisasi diri Slank, yang dulu pernah terperosok dalam minuman keras dan narkoba.

    Band yang berbasis di Jalan Potlot ini memiliki rasa tanggung jawab untuk menjadi teladan, mengingat Slanker--sebutan untuk penggemar Slank --yang berjumlah ribuan. Dengan mengingat kematian, maka harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatan saat hidup.

    Slank , yang personelnya terdiri dari Kaka, Bimbim, Abdi, Ridho, dan Ivanka ini, selalu didampingi Bunda Iffet, yang juga manajer. Di pesarean Kiai Mufid, mereka bertahlil dipimpin oleh Ngatawi Al-Zastrow atau Kiai Ganjur.

    Ngatawi Al-Zastrow, yang mendampingi Slank saat kunjungan ke pesantren-pesantren, menyatakan apa yang dilakukan Slank merupakan metamorfosis religiusitas. Pada dasarnya, setiap orang mempunyai sisi religiusitas.

    "Cuma ekspresinya itu kadang yang berubah-ubah sesuai dengan taraf perkembangan emosi dan realitas sosial yang ada," kata dia.

    Menurut Ngatawi, dapat dipahami ketika para personel Slank masih mengkonsumsi narkoba, itu merupakan ekspresi religiusitas dalam bentuk lain, yang tidak menemukan jalan. Sama seperti proses Sunan Kalijaga saat masih menjadi perampok, katanya.

    "Seiring dengan perjalanan waktu, Slank melakukan refleksi ulang, mencoba melakukan perenungan. Sekarang Slank sudah menemukan format religiusitas yang tepat," kata dia. "Mereka sudah rajin salat, berzikir, dan sudah menolak minuman keras dan narkoba."

    MUH SYAIFULLAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.