David Letterman Pernah Depresi Akut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • David Letterman. REUTERS/Chris Bergin

    David Letterman. REUTERS/Chris Bergin

    TEMPO.CO , Jakarta:David Letterman membuat orang lain bahagian dalam hidup mereka. Namun di balik semua itu, Penyiar acara televisi Late Night ini berjuang keras menunjukkan wajah bahagia dan tawa lepasnya.

    Letterman mengisahkan bagaimana perjuangannya menghadapi depresi dan ketidakinginannya mencari bantuan melalui obat-obatan. "Aku selalu skeptis untuk mengkonsumsi obat antidepresi, karena itu hanya akan membuatku kacau atau berhalusinasi atau mengantuk," kata dia kepada Charlie Rose dalam acara This Morning, 20 Desember 2012,

    Alasan Letterman menghindari obat-obatan sederhana. Ia lelah mengkonsumsi obat-obatan yang dipakai untuk melawan rasa sakit itu. Veteran dalam acara televisi ini kemudian berhenti mengkonsumsi obat tersebut dan akhirnya menderita kecemasan sangat hebat akibat depresinya. "Lalu aku menjadi berantakan," kata dia.

    Ia kemudian memutuskan meminta bantuan teman dan dokternya, Louis Aronne. "Jadi itulah masa di mana Aku bilang kepada Louis, 'Ok Ok, Aku akan coba apapun untuk menghilangkan depresi ini," dia memaparkan. "Karena dengan mengatakan demikian berbeda dengan hanya mengatakan, 'Oh aku tidak merasa baik saat ini'. Beda kalau hanya merasa sedih. Beda ketika merasa galau. Ini seperti apa yang temanku bilang, 'ini dunia dengan pandangan 20/20."

    Letterman kini jauh lebih bahagia. Di usia ke-60 tahun ia memiliki istri Regina Lasko yang dinikahinya 2009 lalu dan anak laki-laki Harry, 9 tahun. "Aku hanya berpikir Aku tidak dapat melakukan keduanya. Aku tidak bisa berusaha sukses di acara televisi dan menjadi seorang ayah. Dan aku salah tentang itu, karena sesulit-sulitnya menjadi ayah, hal itu adalah hadiah bagi semua pencapaian dalam hidupmu."

    USMAGAZINE | DEWI RETNO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.