Penembak Maut, Jack Reacher Batal Tayang Perdana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tom Cruise. whitegadget.com

    Tom Cruise. whitegadget.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Paramount Pictures menunda penayangan perdana film Jack Reacher, yang rencananya mau digelar di Pittsburgh pada Sabtu, 15 Desember 2012. Penundaan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap keluarga korban penembakan Jumat maut di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown, Connecticut.

    “Karena adanya tragedi di Newtown dan solidaritas bagi keluarga korban yang tengah berduka, kami menunda pemutaran perdana Jack Reacher di Pittsburgh Sabtu besok,” demikian pernyataan resmi Paramount. “Kami turut berduka kepada keluarga yang ditinggal orang tercintanya.”

    Jumat pagi, Adam Lanza, 20 tahun, kembali ke Sekolah Dasar Sandy Hook, bekas tempatnya belajar, dan menembaki siswa di sana. Sebanyak 26 orang tewas, 20 di antaranya anak-anak. Adam Lanza kemudian menembak dirinya sendiri. Jenazah seorang wanita ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian. Diduga itu adalah ibu Adam, Nancy Lanza.

    Jack Reacher merupakan film yang dibintangi Tom Cruise. Cruise berperan sebagai karakter misterius, gelandangan, dan bekas polisi yang mencoba memecahkan kasus pembunuhan yang melibatkan operasi tertutup Rusia bernama the Zec.

    Film ini mendapat banyak komentar dan kritik terhadap kekerasan di dalamnya. Film ini dibuka aksi seorang sniper yang menempatkan diri di sebuah garasi di seberang stadion bisbol Pittsburgh. Ia kemudian menembak secara acak lima target di seberang sungai di depannya.

    Ini bukan pertama kali studio film membatalkan tayangan perdananya setelah penembakan maut. James Holmes melakukan aksi menembak membabi buta saat acara malam perdana pemutaran The Dark Knight Rises di Theater Aurora pada Juli lalu. Sebanyak 12 orang tewas. Warner Bros membatalkan penayangan perdana di Paris, Meksiko, dan Tokyo.

    USATODAY | HOLLYWOODREPORTER | WANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.