Peneliti Raden Saleh Segera Gelar Pameran Tandingan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran lukisan Raden Saleh dan awal seni lukis Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Senin(4/6). TEMPO/Dwianto Wibowo

    Pameran lukisan Raden Saleh dan awal seni lukis Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Senin(4/6). TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Peneliti karya Raden Saleh, Werner Krauss, akan menggelar pameran tandingan karya Raden Saleh, yang sebelumnya dipamerkan di Galeri Nasional Jakarta, Juni 2012 lalu.

    “Saya akan menggelar pameran serupa di Jerman pertengahan 2013, dengan karya lebih banyak,” kata Krauss kepada Tempo di sela peluncuran buku karangannya berjudul Raden Saleh: The Beginning of Modern Indonesian Painting di Langgeng Art Foundation, Yogyakarta, Rabu malam, 12 Desember 2012.

    Krauss, yang sempat menjadi kurator dalam pameran di Galeri Nasional itu, mengatakan, sedang menghimpun sejumlah karya Raden Saleh dari kolektor di tiga negera, yakni Prancis, Jerman, dan Inggris.

    Menurut pria kelahiran Munchen 1944 itu, sebanyak 34 lukisan Raden Saleh yang dipamerkan di Galeri Nasional jumlahnya relatif sedikit. Masih banyak karya Raden Saleh yang belum diketahui dan dikenal publik. Sayangnya, lukisan itu tersebar di berbagai kolektor. “Saya telah mengajak mereka agar mau memamerkan koleksinya sehingga publik Eropa tahu Raden Saleh,” tutur pendiri Departemen Kajian Asia Tenggara di Universitas Passau Jerman ini.

    Menurut dia, ada sebuah fakta menarik tentang figur Raden Saleh. Selain sebagai seniman, dia adalah figur yang bisa masuk dalam lingkaran petinggi Eropa kala itu, salah satunya Ratu Victoria dari Kerjaan Inggris. “Itu juga menjadi kekuatan saya menulis buku ini,” kata Krauss, yang melihat 40 surat harian Raden Saleh di pusat arsip Eropa.

    Krauss mengaku sulit mendapatkan dokumen surat asli Raden Saleh itu. Namun ia membantah bahwa surat itu didapat secara ilegal. “Saya mendapatkan dengan izin cukup lama, bertahun-tahun,” katanya.

    Salah satu daya tarik Raden Saleh dalam pergaulannya selama 25 tahun di Eropa, kata Krauss, adalah dua kali diajak santap malam dengan Ratu Victoria dari Inggris. Raden Saleh, menurut surat itu, disebut Ratu Victoria sebagai Pangeran dari Jawa. Saleh bisa mengenal Victoria karena kedekatannya dengan bangsawan Coburg (wilayah kerajaan kecil di Jerman), Ernst II, yang juga sepupu Victoria.

    Dalam buku berukuran 35 x 25 sentimeter yang dijual hampir Rp 1 juta per eksemplar itu, Krauss menyalin mentah-mentah surat-surat Raden Saleh kepada berbagai koleganya semasa hidup di Eropa. Tulisan Raden Saleh rapi, dengan corak gaya latin.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Harga Mobil Toyota Tanpa PPnBM, dari Avanza hingga Vios

    Relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Terdapat sejumlah model mobil Toyoto yang mendapat diskon pajak.