Penjemputan Paksa Cynthiara Alona Dramatis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Celebritydays.com

    Celebritydays.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjemputan paksa artis Cynthiara Alona oleh petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta cukup dramatis. Dalam peristiwa yang terjadi di Kawasan BSD, Tangerang, Senin, 9 Desember 2012 kemarin, Alona tak kuasa menahan tangis.

    "Dia menangis saja. Dia enggak ngaku itu paspornya," kata Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Imigrasi Pusat Maryoto di kantornya, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2012.

    Sebelumnya Alona memang telah membantah tudingan pihak Imigrasi soal penggunaan paspor palsu. Makanya, saat dijemput paksa Alona kembali 'melawan'.
    "Pas ditanggkap dia bilang di tanggal-tanggal itu, dia ada di Indonesia. Tapi kan barang bukti kita lengkap," kata Maryoto.

    Imigrasi menuding artis yang kerap beradegan panas itu telah memakai paspor palsu dalam kepergiannya ke Singapura pada 15 Oktober 2012. Dua hari kemudian, dia kembali ke Indonesia. Petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mencurigai ada penggunaan paspor palsu itu.

    "Pada saat pemeriksaan saat itu enggak bisa dilanjutkan karena katanya sakit," kata Maryoto. "Kami kasih kesempatan dia untuk tidak diperiksa hari itu."

    Tapi, sejak itu, Alona selalu menghindar dari panggilan petugas. Kantor Imigrasi pun selalu gagal menjemput Alona karena tak pernah ada di rumahnya. Alona sendiri pernah menyanggah soal paspor palsu miliknya.

     "Nama aku Cut Cynthiara Alona dan agamaku Islam. Tapi surat panggilannya nama Shinthiara Alona dan agama Kristen. Aku, kan, orang Aceh. Mana ada orang Aceh beragama Kristen?" kata Alona , Kamis 6 Desember 2012.

    YAZIR FAROUK

    Berita Lain:
    Hal yang Dilakukan Nikita Mirzani Usai Bebas
    Aktor 'Hobbit' Syuting Saat Derita Kanker Prostat 
    Akhirnya, Nikita Mirzani Bebas
    Kim Kardashian Ditinggal Mati Kucingnya  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.