Shah Rukh Khan, Penakluk Wanita Sejak Kecil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shah Rukh Khan. REUTERS/Alessia Pierdomenico

    Shah Rukh Khan. REUTERS/Alessia Pierdomenico

    TEMPO.CO, Jakarta - Shah Rukh Khan, superstar Bollywood, telah menunjukkan minatnya terhadap dunia seni hiburan sejak belia. Pada umur empat tahun, Shah Rukh sudah berani tampil dan menari. Para bibinyalah yang menjadi para penggemarnya.

    Anupama Chopra, dalam bukunya yang berjudul Shah Rukh Khan, The King of Bollywood menulis para bibinya menjulukinya "banega". "Dia akan menjadi penakluk wanita," kata mereka.

    Shah Rukh kecil dan keluarganya hidup dalam kemiskinan. Radio adalah benda penting dan mahal. Mereka belum sanggup membeli televisi. Tiap malam mereka berkumpul di ruang keluarga dan mendengarkan All India Radio, stasiun radio negara, yang memutar lagu-lagu film Hindi. Lantas, Shah Rukh memutari ruangan dan menirukan gaya Mumtaz, aktris terkenal India kala itu.

    Shah Rukh jatuh cinta kepada dunia film pada umur 7 tahun. Kala itu ia diajak ibunya untuk menonton film di bioskop di Patel Nagar. Film yang diputar sebenarnya film yang gagal di pasaran. Tapi, Shah Rukh kecil begitu terpukau melihat segala sesuatu di dalam gedung bioskop.

    Beberapa tahun berikutnya, Shah Rukh Khan mengidolakan Amitabh Bachchan, bintang legendaris India. Ia menonton semua filmnya. Menirukan cara jalan dan bicara idolanya itu.

    Shah Rukh kerap menonton bioskop bersama temannya yang bernama Amrita Singh, yang usianya beberapa tahun lebih tua dari dirinya. Amrita anak orang berada dan dari keluarga sosialita. Mereka berdua mengidolakan Amitabh Bachchan.

    Di sekolahnya, Shah Rukh berbakat mimikri alias menirukan seseorang. Guru-gurunya sering memintanya menirukan adegan tertentu aktor film Hindi di panggung. Di rumah, Shah Rukh dan teman-temannya sering menggelar sandiwara di beranda. Ia menulis, menyutradarai, dan menjadi pemain utamanya.

    Shah Rukh memang jago menulis puisi dan pantun sejak berusia tujuh tahun. Bakat ini ia peroleh dari ayahnya, Meer. Malah, dari ayahnyalah Shah Rukh mendapat dukungan untuk menggeluti bidang seni. Meer mengenalkan karya-karya penyair seperti Mirza Ghalib, Mir Taqi Mir, dan Chirkeen.

    Shah Rukh pernah bermain dalam pertunjukan panggung kisah Ramayana kala festival Dusshera yang jatuh pada akhir September. Ia kebagian peran sebagai prajurit monyet. Meer dan Lateef Fatima, kedua orang tuanya, tak pernah keberatan meski Shah Rukh bermain hingga larut malam. Shah Rukh pada masa kecilnya juga pernah bermain dalam drama musik The Wiz, adaptasi The Wizard of Oz, di sekolahnya.

    NIEKE INDRIETTA

    Berita Terkini:
    Lelah, Shah Rukh Khan Ketiduran Sebelum Konpres
    Ke Indonesia, Shah Rukh Khan Tanpa Kajol

    Shah Rukh Khan Bawa Pasukan 100 Orang 

    Tiket Shah Rukh Khan Paling Mahal Rp 12 Juta

    3 Artis Cantik Bollywood Ini Temani Shah Rukh Khan

    Ke Indonesia, Shah Rukh Khan Sewa Pesawat Pribadi 

    Bagaimana Bollywood Mempengaruhi Dunia

    Bollywood Merambah Dunia

    Film Pertama India Film Bisu 

    Cinema India dari Masa ke Masa


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.