Diduetkan dengan Aceng Fikri, Rhoma Tersenyum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rhoceng. Kaskus

    Rhoceng. Kaskus

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Penyanyi dangdut Rhoma Irama mengklaim selalu mengikuti perkembangan media sosial. Karena itu dia tahu dirinya sering menjadi bahan guyonan. Apalagi setelah dia menyatakan bersedia maju menjadi calon persiden untuk Pemilu 2014.  Ada saja  plesetan-plesetan lain yang diunggah oleh pengguna Facebook atau Twitter.  Misalnya lagu kebangsaan Indonesia Raya akan diubah menjadi Ani, TNI diubah menjadi ABRI, serta susunan kabinet Rhoma versi pengguna media sosial.

    Guyonan terbaru adalah tentang pencalonannya yang diduetkan dengan Bupati Garut Aceng H.M. Fikri,  lengkap dengan rekayasa foto bertuliskan "Roceng". Nama Aceng belakangan ini mencuat setelah dia menceraikan Fanny Octora yang baru dinikahi empat hari. Proses penceraian hanya dilakukan melalui pesan singkat.

    Meski isi media sosial tersebut bernada menghina, Rhoma mengatakan tidak terusik. Ia juga tidak berniat memperkarakannya ke jalur hukum, meskipun materi bahan olok-olok itu bisa dikategorikan melanggar undang-undang Informasi dan transaksi elektronik. "Saya tersenyum saja," kata Rhoma saat ditemui di Rumah Makan Tempo Doeloe, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, semalam, 7 Desember 2012.

    Menurut Rhoma, hinaan, hujatan, ejekan, cercaan, dan cemoohan adalah sesuatu yang biasa dalam perjuangan. Bahkan, menurut dia, Nabi Muhammad yang telah wafat lebih dari seribu tahun saja masih ada yang menghujat. "Saya ikhlas, Insya Allah malah menjadi vitamin dalam perjuangan saya," kata lelaki  yang mendapat julukan Raja Dangdut ini.

    Rhoma menambahkan, pro-kontra terkiat pencalonannya itu dianggap sebagai sunatullah. Baginya, tidak mungkin semua orang suka  dengan pencalonannya itu. "Kepada yang tidak suka kepada saya, saya justru akan menyenangkan hati mereka," ujar Rhoma.

    KUKUH S. WIBOWO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.