Iis Dahlia Minta Bupati Aceng Tahan Syahwat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iis Dahlia saat menghadiri resepsi pernikahan Anang dan Ashanty di Hotel Shangri La, Jakarta,(20/5). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Iis Dahlia saat menghadiri resepsi pernikahan Anang dan Ashanty di Hotel Shangri La, Jakarta,(20/5). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pedangdut Iis Dahlia tidak habis pikir, seorang kepala daerah seperti Aceng HM Fikri bisa mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi terkait dengan pemberitaan dirinya menikahi gadis 18 tahun selama empat hari. Yang paling menyedot perhatian adalah kalimat: "Nidurin artis saja tidak sampai Rp 250 juta".

    "Harusnya tidak keluar kata-kata seperti itu dari seorang bupati," kata Iis Dahlia lewat BlackBerry Messanger, Kamis, 6 Desember 2012.

    Menurut diva dangdut ini, dari beberapa perkataan yang keluar dari mulut Aceng sudah bisa ditebak karakter orang nomor satu di Garut itu. "Tanpa dia sadari dia sudah memperlihatkan attitude-nya. Tidak mencerminkan seorang negarawan," kata ibu dua anak ini.

    Kebebasan demokrasi yang terjadi di Indonesia, kata Iis, memudahkan seseorang bisa menjadi kepala daerah. Iis berharap ke depannya masyarakat lebih cerdas untuk memilih calon pemimpin. "Ini sebagai pembelajaran untuk rakyat, memilih pemimpin yang punya dedikasi dan sikap yang baik," kata Iis.

    Iis juga berharap pemberitaan Aceng yang sudah meluas ini menjadi pembelajaran untuk calon pemimpin lain. "Seorang pemimpin itu harus bisa menjadi tauladan, salah satunya harus bisa menahan syahwat," ujar wanita berusia 40 tahun ini.

    ALIA FATHIYAH

    Berita Lain:
    Eddie Murphy, Aktor Berbayaran Termahal
    Tuduhan Paspor Palsu, Cynthiara Alona Tertawa 
    Band Pembuka Konser Guns N' Roses Masih Misterius 
    Kim Kardashian, Hari Ini Milkshake Besok Nge-gym  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.