Gerak Tari Menduplikasi Aksara Jawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Independent Expression Mengeksplor Kostum Daun Pisang di gelaran Solo International Performing Arts (SIPA) 2012 pada hari kedua di Pamedan, Istana Mangkunegaran, Solo, Jateng, Sabtu (29/9) malam. TEMPO/Andry Prasetyo

    Independent Expression Mengeksplor Kostum Daun Pisang di gelaran Solo International Performing Arts (SIPA) 2012 pada hari kedua di Pamedan, Istana Mangkunegaran, Solo, Jateng, Sabtu (29/9) malam. TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Surakarta - Bagaimana tubuh membuat bentuk visual aksara? Inilah yang dilakukan enam penari kelompok Independent Expression di Teater Arena Taman Budaya Surakarta, Senin malam, 3 Desember 2012. Dalam pentas tari bertajuk Aksara Tubuh, penari mengeksplorasi kelenturan tubuh mereka dengan meliukkan tangan, bahu, pinggang, leher, bahkan menggulingkan tubuh mereka untuk menduplikasi lengkungan huruf Jawa yang disebut Hanacaraka itu.

    Gerak tubuh meliuk dan melengkung dilakukan dengan ekstrem dan mendominasi pementasan berdurasi 60 menit itu. Keenam penari menggunakan berbagai sudut ruang untuk bergerak. Tidak hanya di panggung, mereka juga melakukan eksplorasi gerak di kursi tribun penonton yang sengaja dikosongkan.

    “Aksara Tubuh mencoba mendaur ulang gerakan tari tradisional Jawa menjadi sebuah gerak kontemporer,” ujar koreografer tari ini, Bobby Ari Setiawan.

    Sentuhan penggunaan peralatan multimedia membuat pertunjukan itu lebih berwarna. Animasi huruf ciptaan Aji Saka itu disorotkan ke dinding ruangan. Terkadang, penari sengaja membiarkan sorot proyektor menerpa tubuh mereka.

    Pentas tari ini diiringi berbagai musik dengan pergantian yang ekstrem. Iringan musik tekno tiba-tiba berubah menjadi suara gamelan, bahkan menjadi lagu Rayuan Pulau Kelapa, yang masih sering diperdengarkan pada siaran Radio Republik Indonesia. "Bicara tentang bahasa Jawa, kami harus riset dengan sering mendengarkan siaran Radio Republik Indonesia," kata Bobby. Dia masih ingin mencoba menafsirkan makna filosofis tiap huruf Hanacaraka, dengan tetap menjadikan tubuh sebagai medium.

    Sejak berdiri 10 tahun lalu, Independent Expression mencoba fokus pada tari kontemporer berbasis tradisi. Penari merupakan mahasiswa dan alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, yang mendalami tari tradisional, khususnya tarian Jawa.

    Seniman gerak, Suprapto Suryodarmo, menilai Aksara Tubuh merupakan hasil keliaran dalam penggalian kreativitas. "Ide yang liar ini menghasilkan pertunjukan yang segar dan berbeda," kata pengasuh Padepokan Lemah Putih ini.

    AHMAD RAFIQ

    Berita populer
    Bupati Garut Aceng: Saya Masih Sayang Fany
    Fany Oktora Laporkan Bupati Garut ke Mabes Polri
    Pramono Anung: Bupati Garut Harus Ditegur
    Janda Bupati Garut Alami Kekerasan Psikis

    Janda Bupati Garut Sebenarnya ''Ogah'' Lapor ke Polisi
    Heboh Video Ahok, PRJ Belum Mau Berkomentar


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.