Bandung Gelar Fiesta Film Independen 2012

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Garin Nugroho di LA Lights Indie Movie Goes To Cinema di Taman Budaya Dago Tea House, Bandung, Jawa Barat, (9/6). Ratusan peserta dari beberapa kota di Jawa Barat akan menggali pengalaman membuat film indie untuk format layar lebar. TEMPO/Prima Mulia

    Garin Nugroho di LA Lights Indie Movie Goes To Cinema di Taman Budaya Dago Tea House, Bandung, Jawa Barat, (9/6). Ratusan peserta dari beberapa kota di Jawa Barat akan menggali pengalaman membuat film indie untuk format layar lebar. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Bandung: Fiesta Film Independent Bandung (FFIB) 2012 menyemarakkan dunia film independen atau indie di Indonesia. Ajang perdana itu akan memberikan penghargaan buat insan dan film indie yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Perhelatannya akan berlangsung di Gedung New Majestic, Jalan Braga, Bandung, pada hari ini, Selasa, 4 Desember 2012.

    Ketua Dewan Panitia, Sophan Adjie, mengatakan total ada 30 film indie kiriman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan juga Singkawang, Kalimantan Barat. Tahapan seleksi dilakukan untuk mendapatkan 5 film nominasi yang akan meraih penghargaan film indie terbaik. Panitia juga akan memberikan anugerah bagi sutradara dan aktor serta aktris terbaik.

    Pembuat film indie itu, menurut Sophan, kalangan usia pelajar SMP hingga mahasiswa. Pesertanya sengaja disyaratkan yang masih amatir. Tujuannya agar potensi pembuat film di Indonesia semakin berkembang. "Kami juga bebaskan kamera yang dipakai untuk jenis amatir, pakai kamera handphone juga bisa," kata penggagas acara tersebut.

    Menurut Sophan, tema Festival Film Indie ini berjudul Inspirasi dari yang Kecil. Alasannya, panitia ingin mengajak semua peminat dan pembuat film indie di Indonesia yang masih baru. Tema cerita filmnya juga sederhana, tentang keseharian di daerah masing-masing. "Ada yang bikin film tentang cinta, dunia kampus, dan sebagainya," ujar Sophan.

    Walau masih baru, karya film indie buatan peserta itu seluruhnya digarap serius. Beberapa film hidup oleh kekuatan aktor dan aktris serta pengambilan sudut gambar yang beragam seperti film-film Hollywood. Festival ini, dia menambahkan, akan dilanjutkan tiap dua tahun sekali. Tema dan standarnya akan diubah karena film terbaik rencananya akan mereka kirimkan ke berbagai ajang Festival Film Indie di Eropa.

    ANWAR SISWADI


    Berita Lainnya:
    Chiquita Meidy, Penyanyi Cilik Yang Kini Pengarang Lagu Anak

    Kasus Bupati Garut Aceng, T2: Malu Banget 

    Syahrini Duet dengan Anak Tunawicara 

    Apa Kata Smash Soal Operasi Plastik Ala K-Pop  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.