Ani Yudhoyono Beri Tip Menanam Pohon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono menyiram air ke pohon Balau Merah yang ditanam dalam acara puncak Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) 2012 di kawasan Kanal Banjir Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, (01/12). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono menyiram air ke pohon Balau Merah yang ditanam dalam acara puncak Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) 2012 di kawasan Kanal Banjir Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, (01/12). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu Negara Kristiani Herawati Yudhoyono membagikan tip menanam pohon dalam acara Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) di bantaran Kanal Banjir Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    "Presiden SBY bilang, menanam pohon adalah ibadah. Maka, ketika menanamnya dengan bismillah, doa agar tanaman tumbuh subur," ujar Ani Yudhoyono di Jakarta, Sabtu, 1 Desember 2012.

    Ani melanjutkan, beberapa tahun belakangan mulai dikembangkan pembibitan pohon trembesi kecil-kecilan, dibantu Brigadir Jenderal TNI Doni Monardo, Komandan Paspampres. "Jadi saya panggil beliau bukan Doni Monardo lagi, tapi Doni Trembesi," Ani berucap seraya tertawa.

    Ternyata, Ani menyebutkan, bibit trembesi itu ia kirim ke berbagai tempat di Tanah Air. "Ini termasuk amal dari keluarga kami," kata dia.

    Kecintaan pada pohon juga mendorongnya menggagas GPTP sejak 2007. Hingga kini, gabungan tujuh organisasi perempuan tersebut telah menanam 84.448.420 pohon bervariasi antara tanaman keras dan tanaman produktif yang menghasilkan buah serta bahan pangan.

    ATMI PERTIWI

    Berita terpopuler lainnya:
    Ahok: PNS, Pinter Goblok Penghasilan Sama

    Doa Emha Ainun Najib, KPK Segera Bubar

    DPR Ikut ''Panas'' Soal Penghinaan Suporter Malaysia

    Malaysia Hina Indonesia, Wakapolri Nanan Berang

    Basuki Ahok: Masa Satu Orang Bisa Nyambung 3 Kali?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.