Budaya Korea Itu 'Gue Banget'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan fans menunggu kedatangan boy band serta girls band Korea Selatan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, (21/9). TEMPO/Marifka Wahyu hidayat

    Ribuan fans menunggu kedatangan boy band serta girls band Korea Selatan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, (21/9). TEMPO/Marifka Wahyu hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kenapa budaya Korea, musik, film, dan hal-hal yang berbau Negeri Ginseng itu mudah sekali diterima masyarakat Indonesia dan meracuni anak-anak muda di sini? Alasannya sederhana.

    "Karena budaya Korea dari Asia Timur, kalau istilah anak muda itu "Ini gue banget"," kata Kepala Jurusan Program Korea Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Zaini, kepada Tempo, Senin, 26 November 2012.

    Menurut dia, selama ini budaya Barat memang cukup mendominasi gaya-gaya anak muda di Indonesia. Meski banyak diadopsi remaja, sering muncul pendapat negatif akan budaya tersebut.

    Munculnya budaya Korea dan pernak-pernik yang notabene masih berasal dari ras yang sama, yaitu Asia, membuatnya menjadi lebih mudah diterima oleh masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak remaja. Tengok saja band-band yang banyak ditiru oleh remaja di Indonesia. "Lebih kena buat mereka, daripada budaya yang dianggap kebarat-baratan dengan anggapan miring," kata dia.

    Hebatnya lagi, lanjut Zaini, Korea mampu mengemas dengan apik bagaimana cara menjual budaya mereka agar lebih mudah diterima masyarakat dunia. Padahal, menurut dia, budaya Korea biasa saja, tak jauh berbeda dengan Indonesia atau negara lain yang memiliki keunikan ragam budaya.

    "Tapi, bedanya, mereka lebih kreatif. Yang biasa menjadi tak biasa, karena mereka mengemasnya sedemikian rupa dan bersinergi satu sama lain," ujarnya.

    Tak hanya itu, kata dia, pemerintah Korea juga gencar melakukan kerja sama dengan pemerintah dan perguruan tinggi di Indonesia. Mereka kerap menggelar pekan budaya Korea saban bulan di beberapa daerah untuk menarik minat masyarakat mempelajari budaya Korea. "Mereka tidak buat yang tradisional menjadi terkesan modern dengan kreativitas mereka," kata dia kagum.

    Sedangkan perusahaan-perusahaan Korea, yang mulai menjadi raksasa teknologi, tak luput memanfaatkan kesempatan demam Korea ini. "Demam Korea bermanfaat juga untuk kepentingan perusahaan-perusahaan mereka, secara tidak langsung mendongkrak produk-produk Korea," ujar pengajar yang memperoleh gelar masternya di Korea ini.

    MUNAWWAROH

    Berita terkait:
    Mengapa Wabah Demam Korea Mendunia?
    Demam Korea Bertahan Hingga 10 Tahun ke Depan
    Indonesia Negara Penting Penyebaran Budaya Korea
    K-Pop Sebagai Pintu Masuk Kebudayaan Asli Korea
    Demam K-Pop, Bagaimana Pemerintah Korea?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.