Sepuluh Pesinden Unjuk Kenes di Sinden Idol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dariah (80) menampilkan  tarian Lengger Banyumas dengan diiringi sinden pada acara Maestro Maestro  di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (21/12). ANTARA/Fikri Adin

    Dariah (80) menampilkan tarian Lengger Banyumas dengan diiringi sinden pada acara Maestro Maestro di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (21/12). ANTARA/Fikri Adin

    TEMPO.COSemarang-Universitas Negeri Semarang segera mengumumkan pesinden terbaik hasil audisi yang digelar sejak 15 Oktober lalu. Seleksi sinden terbaik ini dilakukan dalam babak semifinal audisi Sinden Idol pada hari ini. Dan Sabtu besok, 1 Desember 2012, dilanjutkan unjuk kenes para pesinden grand final Ahad malam. 

    “Pada semifinal tahap ini akan dieliminasi delapan peserta dan menghasilkan 10 orang yang berhak maju ke babak final,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Universitas Negeri Semarang, Sucipto Hadi Purnomo, Jumat, 30 November 2012.

    Menurut Sucipto, sebanyak 110 pesinden mengikuti audisi Sinden Idol di wilayah Semarang. Acara tersebut diselenggarakan di auditorium Radio Republik Indonesia (RRI) Stasiun Semarang pada Kamis, 29 November.

    Audisi di Semarang ini merupakan yang terakhir setelah audisi yang digelar di sejumlah daerah, dari Kabupaten Wonogiri, Pati, Magelang, Kebumen, Tegal, Blora, Demak, Kendal, hingga Ponorogo, Jawa Timur. “Kami berhasil mengambil masing-masing tiga terbaik dari wilayah audisi,” ujar Sucipto menambahkan.

    Berdasarkan jadwal yang ada, final Sinden Idol akan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo serta kepala daerah dari berbagai wilayah audisi. Acara pun dimeriahkan Gareng dari kelompok wayang orang Ngesti Pandawa.

    Rektor Universitas Negeri Semarang Profesor Sudijono Sastroatmodjo menyatakan sangat mengapresiasi banyaknya peserta audisi yang digelar oleh universitas ini. “Ini adalah bukti perhatian besar kepada seni dan budaya tradisional Jawa,” ujar Sudijono .

    Menurut dia, Sinden Idol merupakan wujud kepedulian Universitas Negeri Semarang melestarikan dan mengembangkan budaya lokal. “Konservasi budaya merupakan salah satu hal yang harus dipegang teguh karena sejatinya setiap kita adalah pelaku budaya,” katanya.

    EDI FAISOL


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?