Tolak James Bond, Steven Spielberg Pernah Nyesel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Steven Spielberg

    Steven Spielberg

    TEMPO.CO, London - Melihat kesuksesan film James Bond, Steven Spielberg tampaknya pernah menyesali kenapa sebelumnya pernah menolak tawaran menjadi sutradara film tentang tokoh mata-mata Inggris itu.

    Ceritanya, Spielberg menolak tawaran itu sekitar tahun 1970 ketika dia ditawari Albert R. Broccoli (kini almarhum), produser dan pemegang lisensi film-film James Bond.

    Namun, setelah menolak itu, rupanya Spielberg berubah pikiran. Mengutip pernyataan Spielberg kepada The Daily Mail: “Saya kemudian mendatangi Cubby Broccoli dan bilang kalau saya mau membuat satu film. Tapi dia langsung bilang tidak,” kata Spielberg.

    Sejak itu, Spielberg menambahkan, “Saya tidak pernah bertanya dan meminta lagi. Saya lalu membuat seri Indiana Jones,” ujar dia.

    Dia menambahkan, dia sangat menyukai film James Bond yang terakhir, Skyfall. “Saya sudah menontonnya sekali dan saya menontonnya lagi dua kali.”

    Spielberg sekarang ini tengah mempromosikan film teranyarnya, Lincoln. Film Lincoln diambil berdasarkan biografi Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln yang ditulis oleh Doris Kearns Goodwin. Daniel Day-Lewis yang didapuk jadi pemeran Presiden Lincoln di film yang sudah dirilis pada 16 November di Amerika Serikat dan Minggu besok di Inggris.

    DIGITAL SPY | WIKIPEDIA | GRACE S GANDHI

    Terpopuler:
    Nice Guy Akan Diedarkan ke 14 Negara

    Pendapat Alya Rohali terhadap Film Hello Goodbye

    Fiona Apple Batal Konser karena Anjingnya Sekarat

    Toninho Horta Semarakkan Jazz Traffic Surabaya 

    Alasan Film Hello Goodbye Berlatar Korea Selatan

    Slamet Gundono Luncurkan Julung Sungsang

    Dariah, Maestro Lengger dari Banyumas 

    Peragaan Busana Surabaya Rasa Halloween


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.