Sentuhan Ang Lee di Life of Pi Menakjubkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Life of Pi. collider.com

    Life of Pi. collider.com

    TEMPO.CO, New York - Sebuah buku populer yang dijadikan film selalu mengundang banyak harapan. Entah ceritanya atau harapan dari pembaca selalu menghantui sutradara serta semua kru film. Tapi, Ang Lee, sutradara film-film kolosal, berhasil memenuhi itu semua ketika membesut Life of Pi. Sebuah kisah percakapan antara harimau dan manusia dalam perahu dari novel karangan Yann Martel.

    Situs Fox News menyebut Life of Pi sebuah film besar, film indah tentang ide yang indah. Novelnya sendiri mengandung unsur-unsur filosofi dan eksplorasi metafisik, seperti kepercayaan dan agama. Ang Lee yang juga mengarahkan film Brokeback Mountain, Crouching Tiger, dan Hidden Dragon disebut mampu membuat film sarat percakapan bermakna ini menjadi sangat halus dan penuh petualangan.

    Kisahnya diawali dari Piscione Mliter Patel pada masa kini (Irrfan Khan), yang menuturkan pengalaman hidupnya kepada seorang penulis (Rafe Spall). Sebuah cerita pencarian makna Tuhan yang menakjubkan. Pi membawa penonton dalam petualangan dan masa mudanya di India. Pi muda (Suraj Sharma) melihat bahwa tak ada perbedaan antara agama dan kepercayaan. Pi mempelajari aneka agama, mulai dari Hindu, Kristen, Islam, dan Buddha.

    Kemudian, Pi yang dibesarkan di Kebun Binatang Pondicherry harus pindah ke Amerika Utara. Pi dan keluarganya pindah bersama seisi kebun binatang. Tapi, dalam perjalanan, kapal yang mereka tumpangi oleng dan Pi pun terjebak dalam sebuah perahu dengan seekor harimau Bengali bernama Richard Parker.

    Adegan pun kini hanya dikuasai dua makhluk itu: Pi dan harimau, di atas perahu di lautan lepas. Tentunya kesulitan penyutradaraan tinggi. Sebab, adegan hanya berlokasi di satu tempat dengan satu aktor. Butuh seorang aktor yang mengemban tugas berat dengan kualitas akting paripurna.

    Meski kondisi seorang pria terjebak dengan seekor perahu dalam sebuah kapal itu mustahil, Lee mengeksekusinya dengan bagus. Dia membuat habitat baru Pi bersama Richard Parker menjadi hal yang wajar. Skenario dari David Magee menunjukkan pada penonton tentang bagaimana nurani, keraguan, ketakutan, dan keluh kesah Pi.

    Entertainment Weekly menuliskan bahwa tema besar yang diangkat Lee bukanlah soal Tuhan atau cara bertahan hidup. Tapi petualangan yang mengagumkan. "Lee telah bekerja begitu keras dan sangat teliti."

    DIANING SARI

    Berita lain:
    Cakra Khan, Si Penantang Ariel Noah

    Jokowi Manggung Bareng Glenn Fredly dan Once?

    Jon Bon Jovi Komentari Overdosis Anaknya

    Zaskia Sungkar Ingin Bangun Rumah Susun


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto