AKB48 Jadi Duta Pemilihan Gubernur Tokyo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • girlband Jepang AKB48

    girlband Jepang AKB48

    TEMPO.CO, Tokyo - Untuk menjaring pemilih baru dan muda, rupanya Komisi Pemilihan Umum Kota Tokyo mempunyai trik jitu. Mereka menggunakan grup idol AKB48 sebagai duta pemilihan Gubernur Tokyo yang akan berlangsung pada 16 Desember 2012.

    Sekitar 100 ribu poster dan pamflet yang menampilkan anggota AKB48 terpampang di seluruh kota. Isinya mengajak para pemilih untuk ikut memberikan suaranya. Minami Takahasi, 21 tahun; Tomomi Itano, 21 tahun, dan Yui Yokoyama, 19 tahun, akan muncul dalam poster dengan slogan: "Aku memilih Gubernur Tokyo selanjutnya."

    Akan tetapi, mereka tidak terlibat dalam kampanye politik calon gubernur yang secara resmi dimulai pada 29 November 2012. Kampanye untuk mengajak para pemilih perdana ini juga akan muncul di situs dan halaman Facebook untuk pemilih baru yang diluncurkan pada 26 November 2012.

    AKB48 bukan kali pertama dilibatkan dalam urusan politik. Sebelumnya, mereka pernah direkrut untuk mengajak orang-orang mengikuti pemilihan gubernur pada April 2011. Sayang gubernur terpilih, yaitu Shintaro Ishihara, justru mengundurkan diri secara tiba-tiba pada bulan lalu.

    Efek kampanye AKB48 rupanya berhasil meningkatkan jumlah pemilih. Bukti tersebut ditunjukkan dari peningkatan jumlah pemilih sekitar 3,45 persen dari 2007 yang merupakan dampak kampanye AKB48. Untuk usia pemilih 20-40 tahun, peningkatan jumlah pemilih diperkirakan sekitar 6 persen.

    JAPANTODAY|DIANING SARI

    Berita lain:
    'James Bond' Kejutkan Tentara Inggris di Afganistan 

    Sean Penn Dapat Pacar Baru 

    Mikrofon Fadli Padi Dilelang Rp 17 Juta 

    Rowan Atkinson akan "Bunuh" Karakter Mr Bean



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.