Rowan Atkinson akan "Bunuh" Karakter Mr Bean

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rowan Atkinson. AP/Andrew Medichini

    Rowan Atkinson. AP/Andrew Medichini

    TEMPO.CO, London - Rowan Atkinson mengisyaratkan bahwa para penggemar komedi bakal lebih jarang melihat karakter “Mr Bean” yang selama ini diperankannya karena ia tengah berkonsentrasi untuk memainkan peran yang lebih serius di panggung.

    Aktor asal Inggris berusia 57 tahun ini mengakui bahwa karakter yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia itu merupakan sebuah kesuksesan secara komersial. Tapi, memainkan peran seperti anak-anak bagi seorang aktor separuh baya bisa dipandang sebagai sesuatu yang sedikit menyedihkan.

    “Peran yang paling sukses secara komersial buat saya itu, yang sangat mengandalkan fisik, sangat kekanak-kanakan, saya rasa saya akan banyak mengurangi untuk melakoni itu sekarang,” kata Atkinson kepada Daily Telegraph.

    “Saya juga berpikir seseorang yang berusia 50 tahun bersikap seperti anak kecil menjadi sesuatu yang sedikit menyedihkan. Kita harus hati-hati.”

    Penampilan terakhir Atkinson sebagai Mr Bean adalah dalam Upacara Pembukaan Olimpiade 2012 Juli lalu di mana ia membuat tertawa jutaan penggemarnya di seluruh dunia.

    Ditayangkan di ITV untuk kali pertama pada 1990, Mr Bean menyedot banyak pemirsa termasuk hampir 19 juta orang yang menyaksikan episode The Trouble With Mr Bean pada 1991.

    Tontonan itu berlangsung hingga 1995 dan disaksikan di 245 negara dan menjadikan Atkinson sebagai bintang dunia dengan kekayaan 71 juta poundsterling atau Rp 1,085 triliun.

    Saat ini Atkinson tengah mempersiapkan diri untuk menjadi pemeran utama dalam pementasan Quartermaine's Terms karya Simon Gray di Teater West End.

    DAILYMAIL | A. RIJAL


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.