Sungha Jung, Gitaris Asal Korea yang Mempesona  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sungha Jung asal Korea Selatan memainkan gitarnya saat menggelar konser perdananya di Indonesia di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (16/11). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sungha Jung asal Korea Selatan memainkan gitarnya saat menggelar konser perdananya di Indonesia di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (16/11). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Sungha Jung mungkin tak sepopuler bintang K-Pop lainnya di Indonesia. Tapi kemahirannya bermain gitar membuat pemuda berusia 16 tahun ini tenar di dunia maya.

    Awalnya, pada 2008, Sungha mengunggah video dirinya bermain gitar di situs jejaring sosial YouTube. Rupanya kemampuan menerjemahkan lagu-lagu populer dalam aransemen gitar akustik Sungha banyak disukai penonton. Hingga ia menjadi benar-benar melejit karena mengunggah My Heart Will Go On dari soundtrack film Titanic, yang menjadi bahan pembicaraan di YouTube.

    Sungha pun dilirik label rekaman dan sponsor. Dan pada usia yang belum genap 17 tahun, ia sudah tur keliling dunia, memiliki dua album, dan berkolaborasi dengan musikus ternama. "Lima tahun terakhir dalam kehidupan saya memang berbeda," ujar Sungha dalam konferensi pers di Balai Kartini, Jumat, 16 November 2012.

    Sebagai musikus, Sungha tidak terlalu fokus pada penampilan. Ia mengenakan baju yang sama saat konferensi pers di siang hari pukul 14.00 maupun saat konser selama dua jam, sejak pukul 19.00, di Balai Kartini. Sungha juga tak banyak bicara selama konser, tak seperti bintang K-Pop lain yang rajin membuat fan service.

    Sebelum memainkan gitar, remaja pria ini selalu menyebutkan judul lagu dan kenapa ia menyukainya. Tak ada dialog interaktif atau mengajak penonton naik ke panggung. Sungha hanya sekali membalas teriakan "I love you" dari penonton dengan "I love you too". Sisanya, ia fokus dengan gitarnya.

    Tapi justru kelugasan itu yang membuat penonton terpesona. Sebab, sentuhan jari Sungha di gitar maupun ukulele sanggup membius 1.500 penonton, Jumat malam, 16 November 2012. Sungha membuat hadirin terdiam dan sesekali teriak serta bertepuk tangan waktu ia memainkan instrumen dengan nada-nada yang lebih rumit.

    Untuk urusan betot gitar, pemuda yang belajar gitar sejak 6 tahun itu sudah diakui dunia dan tentunya Korea. Pada 2010, ia berhasil mendapatkan penghargaan international Instrumentalist dari International Young Artist Award ke 31, dan tahun ini ia meraih penghargaan "No Barriers No Wall Impact Award".

    Soal gaya dan cuap-cuap di depan khalayak, Sungha memang kalah dibanding artis K-Pop lain. Tapi, urusan gitar akustik, kepiawaiannya bolehlah ditelusuri lewat Google dan YouTube.

    DIANING SARI

    Berita Lain:
    Polisi: Sekolah Mewah Harusnya Buat Parkir Basement
    544 Kecelakaan di Jakarta Selatan Hingga Oktober
    Main Film, Trio Macan Rela Lompat ke Sungai
    Barca Tunggu Tekanan dari Madrid
    Parlemen Jepang Dibubarkan



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.