Sabtu, 17 November 2018

Netaudio Festival Pertama Digelar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Noveradika

    ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO , Yogyakarta: Puluhan komunitas pencinta musik jalur independen menggelar Indonesian Netaudio Festival di Kedai Kebun Forum, Yogyakarta, sehari penuh, Jumat (hari ini). Mereka membahas dan kampanye sistem distribusi musik secara gratis, sebagai jalan memberi ruang alternatif musisi dengan publik penikmat.

    “Aksi ini bukan untuk menghancurkan industri musik yang mapan sejak ratusan tahun, melainkan memberi tawaran alternatif distribusi musik secara gratis,” kata pendiri dan pengelola situs YesNoWave.com, Woto Wibowo, yang akrab disapa Wok The Rock, kepada Tempo.

    YesNoWave adalah salah satu komunitas yang bergerak di bidang distribusi musik gratis, demi menyiasati sistem industri kapitalistik, sejak 2007. Kini, mereka telah mendistribusikan karya milik tak kurang dari 45 musisi independen, dengan total album 62 keping dalam format digital. Salah satunya Jogja Hip Hop Foundation, yang kini berkibar di ranah internasional.

    Di Indonesia, total ada sekitar 17 netlabel, yang tersebar di berbagai kota. Di DIY, ada tiga komunitas aktif. Selain YesNoWave, ada Sound Respect, dengan nama situs www.soundrespect.com, dan Far Alert Records, dengan nama earalertrecords.blogspot.com. “Saat musik itu dinikmati publik secara gratis, toh ternyata mereka tak mesti bangkrut,” kata Wok, yang juga bekerja sebagai desainer web lepas.

    Dari pengalamannya lima tahun mendistribusikan musik gratis, pandangan bahwa karya yang tak dilabeli harga mematikan nasib musisi, tak selalu benar. Dia memberi contoh, saat YesNoWave meng-upload album Starlit Carousel, milik Frau, nama alias pianis muda Yogyakarta, Leilani Hermiasih.

    Hanya dalam waktu satu bulan, ada 3.000 lebih pengunduh album itu. Dari popularitas unduh tersebut, permintaan CD album Frau meningkat tajam, hingga terjual 2.000 copy. Selain itu, karya milik kelompok White Shoes and the Couple Company.

    Menurut Wok, dalam sistem netlabel, sang musisi diserahi memproduksi album sebagai merchandise fisik. Jadi, jika musisi tak bergerak, tak ada pemasukan. Jadi bukan karya yang menjadi pendapatan, melainkan merchandise, seperti cakram padat (CD) dan kaus dengan bonus CD. “Yang penting, pertama, publik menikmati gratis dulu,” kata dia.

    PRIBADI WICAKSONO


    Terpopuler:
    Oktav Tumbel Luncurkan Album ''Christmas Moment'' 

    Pameran Fotografi Kerajaan Gula di Yogyakarta 

    Film 360, Lingkaran Cerita Tentang Cinta dan Sunyi 

    Love In Paris Siap Hingga 70 Episode 

    Peragaan Busana Surabaya Rasa Halloween


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.