Psy Bakal Joget 'Gangnam Style' di Jakarta?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rapper Korea Selatan, PSY. REUTERS/Lisi Niesner

    Rapper Korea Selatan, PSY. REUTERS/Lisi Niesner

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana kedatangan penyanyi fenomenal dari Korea, Psy, ke Indonesia, khususnya ke Jakarta, akhir bulan ini ternyata tidak benar. 

    "Rajawali Indonesia sampai saat ini belum pernah memberikan pengumuman resmi kepada media maupun publik mengenai kedatangan Psy ke Jakarta," kata CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi melalui keterangan pers, Rabu, 14 November 2012.

    Menurut dia, munculnya informasi kedatangan Psy ke Jakarta pada 25 November 2012 karena kesalahan komunikasi pihaknya dengan media. Mulanya, Rajawali berencana mengundang konferensi pers mengenai kehadiran Psy di Jakarta. Namun kemudian pihaknya menunda acara konferensi pers yang dijadwalkan tanggal 1 November 2012 hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Sebab, promotor belum usai negosiasi dengan manajemen Psy. 

    "Sementara, media telah mengambil inisiatif untuk menurunkan pemberitaan Psy ke Jakarta berdasarkan informasi yang terdapat di undangan konferensi pers. Bukan berdasarkan pengumuman resmi dari pihak Rajawali Indonesia," kata Anas menjelaskan.

    Anas menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan komunikasi dan simpang-siur pemberitaan kedatangan Psy di Jakarta. Meski belum ada kepastian, kata Anas, Rajawali Indonesia akan tetap mengusahakan penampilan Psy di Jakarta. 

    Keterangan pers dari Rajawali Indonesia ini muncul setelah Psy berkicau lewat akun Twitter-nya 8 jam yang lalu. "Saya mencintai fans saya. Saya tak suka ketika ada yang berbohong kepada mereka. Maaf Indonesia dan Norway, tapi promotor yang bilang saya akan manggung itu bohong," kata rapper pria berusia 34 tahun ini.

    MUNAWWAROH


    Berita Lainnya:
    Oktav Tumbel Luncurkan Album ''Christmas Moment''  
    Mariah Carey Ogah Urusi Ganti Popok   
    Gaya Jokowi Berkampanye Akan Dipakai Calon Jabar 1 
    Ahok Geregetan Dengar TKI Diperkosa di Malaysia
    Kepala BPMigas Sedih Banyak Digugat Ormas Islam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.