Konser Noah di Bandung Diiringi Angklung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ariel Vokalis Group band Noah dalam konser yang bertajuk

    Ariel Vokalis Group band Noah dalam konser yang bertajuk "The Greatest Session Of The Hystory" di MEIS Ancol, Jakarta, (2/11) malam. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bandung - Grup band Noah menampilkan satu alat musik tradisional dalam konsernya di Bandung, Senin malam, 12 November 2012. Pada kesempatan itu, terdengar alunan nada dari alat musik angklung yang mengiringi konser.

    Suara angklung muncul di tembang pembuka 'Langit Tak Mendengar' dan lagu berikutnya, 'Khayalan Tingkat Tinggi'. Noah sengaja mengusung alat musik angklung agar konsernya lebih bernuansa sejarah dan budaya Jawa Barat.

    "Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada pulang ke rumah," kata vokalis band Noah, Ariel yang disambut teriakan riuh penonton. Konser Ariel dan kawan-kawan itu dimulai pukul 21.00 WIB, sejam lebih lama dari rencana semula.

    Setelah dua lagu awal diperdengarkan dengan alat musik angklung, pada lagu ketiga 'Walau Habis Terang', Ariel bermain gitar akustik. Dua gitaris Noah -Lukman dan Uki. mengapitnya, sementara drummer Reza dan pemain keyboard David di belakangnya. Semalam, mereka membawakan lebih dari 20 lagu.

    Tempat konser di Convention Center The Trans Luxury Hotel, Bandung, penuh sesak oleh penonton kelas festival di depan panggung dan kelas VIP yang ditempatkan di sisi arena dan seberang panggung.

    ANWAR SISWADI

    Berita terpopuler lainnya:
    Skyfall Cetak Rekor Pendapatan Film Bond Terbesar 

    Kisah Cinta Tapi Beda Diambil dari Blog

    Cinta Beda Agama Ala Hanung Bramantyo

    Pameran Fotografi Kerajaan Gula di Yogyakarta 

    Iswargia, dari Era Romantik ke Abad Ke-21

    Film 360, Lingkaran Cerita Tentang Cinta dan Sunyi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.