Syarat Titi Dj untuk Suami ke-4  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Titi DJ. TEMPO/Mazini Hafizhuddin

    Titi DJ. TEMPO/Mazini Hafizhuddin

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah kegagalan pernikahannya yang terakhir, penyanyi Titi Dj punya kriteria tambahan untuk calon suami berikutnya. Syarat itu terkait dengan kegagalannya dalam membina tiga pernikahan sebelumnya. Kini Titi menarik satu kesimpulan yang menurutnya penting agar perkawinannya tetap langgeng. Apakah itu?

    "Saya harus melihat income-nya," kata penyanyi ini, sembari tertawa, di seminar sehari Indonesia Wor(l)d Women dalam Femilafest 2012, Jumat, 9 November 2012.

    Selama ini Titi selalu tertarik kepada pria yang memberikan perhatian lebih. "Sosok idaman laki-laki itu harus lebih pintar dari saya, harus suka musik, harus sangat mengerti, dan sekarang tambahannya harus punya aset," kata perempuan yang murah tertawa ini.

    "Sekarang saya jadi matre. Ada anak empat, sekolah mahal-mahal, jadi kalau ada yang mau sama saya harus dilihat asetnya dulu," kata penyanyi yang telah berkarier selama 25 tahun ini.

    Titi tidak menolak menikah untuk keempat kalinya. Hanya saja saat ini Titi mengaku sedang menikmati kesendirian. Meski sebenarnya Titi mengaku tipe wanita yang takut sendiri.

    Pelantun Sang Dewi ini mengaku suka merasa kesepian jika sehabis show dan berada di kamar sendiri. Tiba-tiba dia bisa menangis. "Saya merasa sok kalau bilang rasanya biasa saja setelah bercerai untuk ketiga kalinya," kata Titi.

    ALIA FATHIYAH


    Berita Lainnya:
    Galaxy S III Kembali Pecundangi iPhone 4S 
    Korupsi Pelat Nomor Bisa Jadi Cicak vs Buaya Baru
    Bagasi Agnes Monica Tanggung Jawab Maskapai
    Arthur Irawan Hadiri Sesi Latihan Sore Timnas
    Sumaryoto: Dahlan Iskan Butuh Panggung
    Banjir Rendam Rumah Ketua DPR Marzuki Alie


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.