Solo Gelar Festival Teater Bahasa Jawa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa mementaskan teater berjudul Art dengan sutradara Iman Soleh di STSI, Bandung, Jawa Barat, Senin (25/6). Pementasan teater tersebut menjadi tugas akhir mahasiswa seni jurusan teater yang akan digelar selama sepekan. TEMPO/Prima Mulia

    Mahasiswa mementaskan teater berjudul Art dengan sutradara Iman Soleh di STSI, Bandung, Jawa Barat, Senin (25/6). Pementasan teater tersebut menjadi tugas akhir mahasiswa seni jurusan teater yang akan digelar selama sepekan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Surakarta - Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Surakarta akan menggelar Festival Javanese Theaterical selama tiga hari, 9-11 November 2012. Sebanyak 11 kelompok teater bakal membawakan naskah drama komedi dalam kegiatan yang diselenggarakan di Joglo Sriwedari tersebut.

    Ketua panitia festival, Pamuji, menyebut bahwa festival itu akan diikuti oleh kelompok teater dari daerah Surakarta dan sekitarnya. "Beberapa di antaranya merupakan kelompok teater di sekolah menengah umum," katanya, Kamis, 8 November 2012.

    Semua kelompok yang tampil dalam acara tersebut diwajibkan untuk membawakan naskah berbahasa Jawa. "Bisa naskah asli maupun dialihbahasakan," katanya. Naskah tersebut juga harus dibawakan dalam bentuk komedi agar tontonan menjadi lebih segar.

    Pamuji mengatakan bahwa tidak semua kelompok teater yang mengikuti acara tersebut merupakan kelompok teater tradisional. Sebab, di Surakarta memang tidak terlampau banyak jumlah teater yang mengkhususkan diri membawakan naskah berbahasa Jawa. "Ada kelompok teater umum yang biasanya pentas dengan bahasa Indonesia," katanya.

    Penyelenggara sengaja memilih lokasi pementasan di Joglo Sriwedari yang lokasinya tidak terlalu luas. Alasannya, teater tradisional berbahasa Jawa memang memiliki karakter menyatu dengan penonton. "Penyaji dengan penonton bisa saling berdekatan dan menyatu," katanya.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Surakarta, Widdi Sri Hanto, mengatakan bahwa mereka tidak banyak berharap kegiatan itu bisa menarik wisatawan. "Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini murni upaya pelestarian bahasa Jawa," katanya.

    Pihaknya juga tidak menggelar promosi ke luar kota untuk kegiatan tersebut. Promosi hanya dilakukan di Surakarta dan sekitarnya. "Karena menggunakan bahasa Jawa, tentunya tidak perlu kami promosikan hingga ke daerah yang tidak mengerti bahasa Jawa," katanya.

    AHMAD RAFIQ

    Berita Lain:
    Mengapa Anak Anjing Tak Bisa Tertular Menguap
    Musik Klasik Bikin Anjing Kalem
    Google Rayakan Ulang Tahun Penulis Drakula
    86 Persen Software Microsoft di Indonesia Bajakan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?