Menyulap Genteng Menjadi Alat Musik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Kampung Tengkurak, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang, Banten, berusaha mengangkat genteng dari rumah mereka yang roboh diterjang angin puting beliung di Serang, Senin (30/1). ANTARA/Asep Fathulrahman

    Warga Kampung Tengkurak, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang, Banten, berusaha mengangkat genteng dari rumah mereka yang roboh diterjang angin puting beliung di Serang, Senin (30/1). ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO , Majalengka - Genteng dijadikan alat musik? Mungkin kita baru mendengarnya. Biasanya, genteng hanya digunakan sebagai alat peneduh rumah.

    Tetapi masyarakat Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, bisa 'menyulap' genteng menjadi alat musik. Sabtu, 3 November 2012 lalu, mereka membuat genteng mampu menghasilkan bunyi-bunyi yang merdu. Saat itu, sekitar 1.500 orang dari berbagai usia berkumpul di bekas pabrik gula Jatiwangi, Majalengka.

    Mereka terdiri dari siswa Sekolah Dasar di 16 desa di Kecamatan Jatiwangi, siswa SMP dari 5 sekolah, siswa MAN, guru-guru se-kecamatan Jatiwangi, pamong desa, ibu-ibu PKK, karang taruna, camat, polsek, koramil dan berbagai unsur masyarakat lainnya.

    Masing-masing memegang sebuah genteng lengkap dengan stiknya. Setelah dikomandai, secara serempak mereka memukulkan stik ke genteng. Setiap orang menyesuaikan pukulan ke genteng sesuai dengan petunjuk sebelas instruktur yang disiapkan.

    Ketua panitia, Beben Nurberi menjelaskan harmonisasi ketukan bisa tercapai sehingga menghasilkan rampak 1.500 perkusi genteng karena mereka sudah berlatih selama 2 minggu. "Latihan dilakukan di tiap unsur penabuh secara terpisah dengan jadwal pagi, siang dan sore hari," katanya. Latihan didampingi oleh sebelas instruktur perkusi.

    Diselenggarakannya rampak 1.500 perkusi, menurut Beben, mereka ingin memperlihatkan di Kabupaten Majalengka, khususnya Jatiwangi, memiliki potensi tanah liat. Tanah liat inilah yang kemudian dijadikan genteng. "Karenanya tak heran hingga kini Jatiwangi dikenal sebagai daerah pemasok genteng berkualitas tinggi di Indonesia," katanya.

    Tidak cukup rampak 1.500 perkusi genteng, yang rencananya akan dicatatkan dalam museum record Indonesia (MURI), hingga 17 November mendatang diadakan juga berbagai kegiatan dalam rangkaian acara Ceramic Music Festival. Mulai dari pameran keramik di Galery Jaf Jatiwangi, seminar musik dan lokalitas.


    Festival ini menghadirkan seniman musik dan keramik asal Amerika, Singapura dan Indonesia. "Mereka tinggal bersama dengan warga dan berkolaborasi membuat karya seni musik keramik, alat dan lagu.

    IVANSYAH

    Berita terpopuler lainnya:
    Mirip Kate Middleton Wanita Ini Mendadak Terkenal
    Kate Moss Bongkar Penderitaan di Dunia Modeling
    Creed Belum Turun Panggung, Penonton Bubar

    Apa Arti Angka 7 buat Rihanna  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.