Creed Belum Turun Panggung, Penonton Bubar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Band Rock asal Amerika Serikat, Creed, saat tampil menghibur ratusan penggemarnya di Jakarta dalam konser perayaan Guinnes Arthur's Day di Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (3/11). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Band Rock asal Amerika Serikat, Creed, saat tampil menghibur ratusan penggemarnya di Jakarta dalam konser perayaan Guinnes Arthur's Day di Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (3/11). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Band asal Amerika, Creed, selesai menggelar konser di Skenoo Hall, Gandaria City, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 3 November 2012. Selama 1,5 jam, band yang terbentuk pada 1995 ini membawakan belasan lagu dari album My Own Prison, Human Clay, dan Weathered.

    Pada awal penampilan, sang vokalis, Scott Stapp, langsung menyanyikan tiga lagu berturut-turut: Are You Ready, Torn, dan Wrong Way l secara estafet. Sontak penonton ikut bernyanyi setengah teriak seraya mengangkat tangan mereka.

    Sebagian penonton yang tidak hafal lagu-lagu itu tetap ikut menggoyangkan badan sambil menatap ke layar besar pada dinding kanan-kiri panggung. Di layar itu, mereka tidak cuma melihat jelas aksi penggebuk drum Scott Philips, gitaris Mark Tremonti, pembetot bas Brian Marshall, serta suara berat Scott Philips. Mereka juga dapat menyontek lirik lagu Creed yang tercetak di sana. Seperti berkaraoke.

    Dalam konser perayaan Guinness Arthur's Day, band kuartet ini membawakan Torn, Wrong Way, What If, Unforgiven, My Own Prison, Thousand Faces, Bullets, Say I, Faceless Man, Time, What's This Life For, dan One. Di akhir repertoarnya, Creed menyanyikan Higher yang kemudian diikuti para penggemar.

    Usai Higher, Scott Stapp dkk kembali ke balik layar. Mereka meninggalkan panggung dan penonton. Kepergian mereka menyisakan rasa tidak puas dari penonton. Sebab, ada beberapa hit Creed yang belum dimainkan malam itu. Ribuan penonton pun memanggil personel Creed untuk kembali ke panggung. Mereka berteriak, "We want more..."

    Keinginan itu langsung diterima keempat personel Creed. Mereka kembali ke panggung diikuti teriakan senang penonton. Apalagi Creed menyanyikan lagu yang akrab di telinga banyak orang: With Arms Wide Open, One Last Breath, dan My Sacrifice.

    Seperti di awal pertunjukan, Scott Stapp menyanyikan ketiga lagu tanpa jeda. Sambung-menyambung dari satu lagu ke lagu lain. Kali ini, hampir seluruh penonton ikut serta bernyanyi, berteriak, dan bertepuk tangan. Konser Creed mencapai klimaksnya.

    "I just want to say hello again..." Scott Stapp berteriak bersama penonton di lagu My Sacrifice.

    Lucunya, begitu lagu My Sacrifice usai, penonton pun mulai berhamburan. Mereka bubar jalan. Padahal, pada saat itu Creed masih berdiri di panggung. Mereka belum mengucapkan kalimat perpisahan. Tapi, penonton seakan sudah tahu bila lagu itu merupakan penutup konser.

    "Lagu My Sacrifice-nya keren banget," kata salah satu pengunjung, Bambang. "Sayang, mereka tidak membawakan Don't Stop Dancing."

    CORNILA DESYANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.