Beginilah Jatuh-Bangun Creed di Dunia Musik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mark Tremonti dan Brian Marshall personil band rock Creed saat tampil di Hall Grand City, Surabaya, (10/31). TEMPO/Fully Syafi

    Mark Tremonti dan Brian Marshall personil band rock Creed saat tampil di Hall Grand City, Surabaya, (10/31). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 12 tahun lalu, tepatnya 1995, lahir sebuah band rock di Tallahassee, Florida, Amerika Serikat. Dengan formasi Scott Stapp pada vokal; Mark Tremonti sebagai gitaris; Brian Marshall, pemetik bas; dan penggebuk drum, Scott Phillips; mereka menamakan grup musik itu Creed.

    Sejak awal kemunculannya, Stapp cs kerap menciptakan lagu sendiri. Bahkan mereka membuat label khusus bernama Blue Collar. Label yang melahirkan album pertama mereka, My Own Prison, pada 1997.

    Menurut situs Rock About, album perdana Creed sukses. Mereka berhasil menjual enam juta kopi album. Tapi karya pertama itu masih dianggap kalah populer ketimbang album kedua mereka, Human Clay.

    Diluncurkan pada 1999, Human Clay berhasil terjual sebanyak 11 juta kopi. "Lagu-lagu di Human Clay lebih demonstratif," tulis Rock About. "Di sini, Creed berhasil menyuguhkan perasaan cinta yang menyiksa hati."

    Kesuksesan album Human Clay ternyata merupakan awal keretakan Creed. Seusai menggelar tur perkenalan album, pemain bas, Brian Marshall, memutuskan keluar dari band. Awalnya, Creed tetap bertahan dengan kepergian Marshall. Mereka tetap merilis album, Weathered, pada 2001.

    Tanpa Marshall, Creed memang tetap berkarya. Tapi mereka juga tidak bisa menampik bahwa kepergian itu berpengaruh besar terhadap eksistensi band. Hal itu terlihat dari penurunan penjualan album mereka, hanya enam juta kopi.

    Masalah Creed tidak berhenti pada hengkangnya Marshall saja. Pada konser mereka di Arena Allstate, Illinois, 29 Desember 2002, Scott Stapp dituding bernyanyi dalam keadaan mabuk. Saking tidak sadarnya, ia tak bisa menyanyikan single Creed. "Karena perilaku Stapp, konser itu menjadi rusak, dan empat penonton mengajukan gugatan ke band," tulis Wikipedia.

    Pada 2004, band ini mengakhiri karier bersamanya. Stapp kemudian memilih menjadi penyanyi solo. Sedangkan Tremonti dan Phillips bergabung kembali bersama Marshall. Dengan vokalis Myles Kennedy, mereka membentuk band Alter Bridge.

    Ketika membentuk Alter Bridge, Tremonti menyatakan bahwa Creed tidak bakal bersatu lagi.

    Nyatanya, perkiraan Tremonti itu salah. Pada 27 April 2009, situs resmi Creed menyatakan bahwa band rock ini telah kembali ke pasar musik. Bahkan mereka berencana menggelar tur dan kembali meluncurkan album. Rencana itu mereka wujudkan dengan menelurkan album Full Circle pada 27 Oktober 2012.

    Kini, Creed hadir di Indonesia. Dan mereka bakal menghibur penggemarnya dalam konser perayaan Guiness Arthur`s Day di Gandaria City, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam ini, 3 November 2012.

    CORNILA DESYANA

    Berita lain:
    Kostum Khusus Konser Wonder Girl Malam Ini

    Creed Bakal Entak Jakarta Malam Ini 

    Noah Hadirkan Kenangan Peterpan 

    Ketika Ariel 'Noah' Memainkan Saksofon di Konsernya  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.